Madu merupakan salah satu makanan yang kaya dengan gizi dan nutrisi, namun ada sebagian pendapat tidak boleh diberikan pada bayi dibawah 12 bulan, benarkah faktanya.

Bayi Tidak Boleh Minum Madu

Id1090 Postby admin2 03-12-23 485 Madu

Madu sejak jaman purba sudah dipercaya memiliki manfaat yang bagus untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari berbagai penyakit.

Kerana manfaatnya ini, tidak jarang ditemukan ada ibu yang memberikan madu untuk bayinya.

Lebih parah lagi ada yang memegang mitos kalau madu bisa membuat bibir menjadi merah dan juga baik untuk kesehatan bayi.

Fakta yang harus dipahami bersama, ternyata madu memiliki potensu berbahaya untuk bayi yang belum genap berusia 12 bulan.

Sistem pencernaan pada bayi berbeda dengan orang dewasa, belum seutuhnya berfungsi sehingga rentan terhadap bakteri.

Ini salah satu sebab mengaap bayi hanya boleh mengonsumsi ASI eksklusif hingga usia 6 bulan, kecuali pada kasus tertentu, bayi boleh minum susu formula tambahan.

Botulisme

Memberikan madu kepada bayi di bawah usia satu tahun tidak dianjurkan, menurut para pakar.

Madu dapat mengandung bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi.

Sistem pencernaan bayi yang masih berkembang belum sepenuhnya dapat melawan bakteri tersebut.

Botulisme adalah penyakit serius yang dapat menyebabkan kelemahan otot, kesulitan bernapas, dan bahkan kematian pada bayi.

Oleh karena itu, sebaiknya tunggu hingga bayi berusia setidaknya satu tahun sebelum memberikan madu.

Penting untuk selalu berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi tentang pemberian makanan kepada bayi, termasuk kapan tepatnya dapat memperkenalkan madu dan bahan makanan lainnya ke dalam diet mereka.

Setiap bayi dapat memiliki kebutuhan dan toleransi yang berbeda, jadi penting untuk mendapatkan saran profesional yang sesuai dengan kondisi kesehatan dan perkembangan bayi Anda.

Gejala Bayi Keracunan Madu

Bayi di bawah usia satu tahun dapat mengalami risiko keracunan botulisme jika diberikan madu.

Botulisme sebagaimana diatas, adalah penyakit serius yang disebabkan oleh bakteri Clostridium botulinum.

Berikut adalah gejala keracunan madu pada bayi:

Kelemahan otot

Bayi mungkin mengalami kelemahan otot yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk menyusui, menelan, atau menggerakkan tubuh.

Kesulitan Menelan

Kesulitan menelan dapat terjadi karena pengaruh keracunan pada otot tenggorokan dan organ yang terlibat dalam proses menelan.

Kesulitan Bernapas

Botulisme dapat menyebabkan kesulitan bernapas pada bayi. Mereka dapat mengalami pernapasan dangkal atau kesulitan bernapas secara keseluruhan.

Konstipasi

Gangguan pada sistem pencernaan dapat menyebabkan konstipasi atau masalah lain dalam buang air besar.

Kesulitan Menghisap

Bayi mungkin mengalami kesulitan menghisap puting atau botol susu karena kelemahan otot.

Kehilangan Nafsu Makan

Bayi yang terkena keracunan madu dapat kehilangan nafsu makan atau menolak makanan.

Bibir Biru atau Kelebihan Lendir

Gejala ini bisa muncul sebagai tanda kurangnya oksigen dalam tubuh bayi.

Jika Anda mencurigai bahwa bayi Anda telah terpapar madu dan menunjukkan gejala-gejala tersebut, segera hubungi profesional kesehatan atau bawa bayi ke unit gawat darurat.

Botulisme merupakan kondisi medis darurat dan memerlukan perhatian segera.

Penting untuk diingat bahwa risiko botulisme hanya terjadi pada bayi di bawah satu tahun, karena sistem pencernaan mereka belum sepenuhnya berkembang untuk mengatasi bakteri penyebab botulisme.