Kolesterol tinggi nyaris tidak terasa sampai serangan jantung atau stroke terjadi. Kenali 7 tanda halus yang sering diabaikan agar Anda bisa .. doc HNI Pioneer.
√ Post 29-06-26 by (Id3589)
√ 107 views
√ CLOUD Kolesterol
Kolesterol Tinggi Sering Tidak Bergejala
Ada alasan kuat mengapa kolesterol tinggi dijuluki silent killer.
Tidak ada demam, tidak ada nyeri, tidak ada alarm yang berbunyi.
Anda bisa saja merasa baik-baik saja, pergi kerja setiap pagi, makan seperti biasa, tidur normal.
Sementara di dalam pembuluh darah Anda, plak terus menumpuk diam-diam selama bertahun-tahun.
Sampai suatu hari jantung Anda berhenti bekerja, atau tiba-tiba satu sisi tubuh tidak bisa digerakkan.
Data dari Riskesdas 2018 menunjukkan lebih dari 35% orang dewasa Indonesia memiliki kolesterol di atas normal.
Sebagian besar dari mereka tidak mengetahuinya karena tidak ada yang terasa.
Mengapa Kolesterol Tinggi Tidak Terasa Sakit?
LDL (kolesterol jahat) yang berlebihan menempel di dinding arteri, membentuk plak yang menyempitkan aliran darah secara perlahan.
Proses ini disebut aterosklerosis. Karena berlangsung sangat lambat bisa 10 sampai 20 tahun, tidak ada sinyal nyeri yang dikirim ke otak.
Ketika sumbatan sudah parah, barulah gejala muncul. Dan saat itu biasanya sudah berupa serangan jantung atau stroke.
Tapi sebenarnya tubuh memberi tanda.
Hanya saja tanda-tanda itu begitu halus sehingga sering kali diabaikan atau dianggap sebagai tanda penuaan biasa.
7 Tanda yang Sering Diabaikan
Cek apakah Anda memiliki salah satu indikasi seperti dibawah ini:
1. Bercak kekuningan di kelopak mata.
Kondisi ini disebut xanthelasma, deposit kolesterol yang terlihat dari luar.
Banyak orang mengiranya hanya "kelelahan" atau "kurang tidur." Padahal ini adalah kolesterol yang secara harfiah tampak di permukaan kulit.
2. Nyeri betis saat berjalan jauh.
Rasa pegal di betis yang muncul saat berjalan cukup jauh dan menghilang saat istirahat disebut claudicatio intermittent.
Ini menandakan penyempitan arteri di kaki akibat penumpukan plak dan proses yang sama sedang terjadi juga di arteri yang menuju jantung dan otak.
3. Kelelahan tidak proporsional.
Jika berjalan ke warung depan rumah sudah membuat napas berat dan badan lemas, itu bukan sekadar kurang olahraga.
Bisa jadi arteri koroner sudah mulai menyempit dan aliran darah ke jantung berkurang.
4. Rasa berat di dada saat aktivitas.
Ini belum tentu serangan jantung tapi ini adalah sinyal bahwa jantung sedang bekerja lebih keras dari seharusnya karena pembuluh darah tidak cukup terbuka.
5. Kesemutan di tangan atau kaki.
Aliran darah yang terganggu di pembuluh kecil bisa menyebabkan sensasi seperti ini. B
anyak yang menghubungkannya dengan "salah posisi duduk", tapi jika ini terjadi berulang, patut dicurigai.
6. Disfungsi ereksi pada pria muda.
Pembuluh darah di organ intim adalah salah satu yang pertama kali terdampak oleh aterosklerosis karena ukurannya lebih kecil.
Penelitian menunjukkan kondisi ini bisa menjadi indikator awal penyakit kardiovaskular.
7. Tekanan darah yang terus merangkak naik.
Kolesterol tinggi membuat dinding arteri lebih kaku dan sempit, yang secara langsung meningkatkan tekanan darah.
Keduanya saling memperparah satu sama lain.
Jika Anda menemukan dua atau lebih tanda di atas, ini bukan saatnya menunggu.
Kapan Harus Periksa?
Pemeriksaan profil lipid darah total kolesterol, LDL, HDL, dan trigliserida adalah satu-satunya cara pasti untuk mengetahui kondisi Anda.
Direkomendasikan minimal setiap lima tahun untuk usia di atas 20 tahun, dan setiap tahun jika ada faktor risiko seperti riwayat keluarga, obesitas, atau tekanan darah tinggi.
Langkah Nyata Menurunkan Kolesterol
Untuk kasus ringan hingga sedang, perubahan pola makan sudah sangat efektif:
kurangi lemak jenuh dari gorengan dan jeroan, perbanyak serat larut dari oat dan kacang-kacangan, konsumsi omega-3 dari ikan laut minimal dua kali seminggu.
Olahraga aerobik rutin adalah cara paling efektif menaikkan HDL secara alami.
Habbatussauda (Nigella sativa) juga mendapat perhatian dalam penelitian ilmiah.
Thymoquinone di dalamnya menunjukkan efek menurunkan LDL dan meningkatkan HDL dalam beberapa studi klinis yang dipublikasikan di Journal of Functional Foods.
Tapi semua itu hanya bisa dilakukan kalau Anda tahu kondisi Anda.
Dan untuk itu, Anda perlu memeriksa diri sekarang, bukan nanti.





















Leave a comment