Deep Squa HNI HPAI

Produk Deep Squa

Makanan suplemen dalam membantu menjaga kesehatan


Mengandung 500mg squalene untuk membantu mengatasi kolesterol, meningkatkan imunitas, lancarkan darah, anti kanker dan tumor, kesehatan kulit dll

Produk_HNI_127 : Views 82.820
Posted 24-Jan-2020 : Updated 18-Mar-2021
10 min read

PENJELASAN SINGKAT

Deep Squa
Harga : Rp.250.000

2724_Rating 3/5 :
22 Reviews

Deep Squa

Agen Rp.200.000 (65 P)
Isi 50 Softgel @500 mg
Izin POM SD111342151
LPPOM MUI 00280088820518

Penjelasan label produk sesuai dengan izin edar BPOM / MUI / Dinkes atau izin penerbitan ISBN.

Manfaat Deep Squa:

Suplemen kesehatan yang mengandung minyak squalene berfungsi untuk membantu menjaga kesehatan tubuh.

Komposisi :

  • Tiap kapsul mengandung minyak squalene murni : 500mg
  • Cangkang kapsul softgel mengandung : Gelatin halal (bovine berasal dari lembu atau sapi), air murni, gliserin, kalium sorbat dan ethyl vanilin

Dosis penggunaan : sehari 1-2 kapsul softgel

PABRIK:
diproduksi oleh PT. Nova Chemie Utama

Warning Content Disclaimer:
Artikel pada halaman ini hanya sebagai informasi semata dan tidak ditujukan sebagai saran pengganti resep dokter / ahli kesehatan keluarga Anda.

KANDUNGAN / MATERI PRODUK

Squalene adalah senyawa yang bisa ditemukan pada minyak zaitun serta ditemukan dalam jumlah yang sangat tinggi pada minyak ikan hiu. Oleh sebab itulah mengapa ikan hiu tidak pernah diserang sakit kanker, setidaknya saat ini hingga ada fakta lain yang menunjukkan ikan hiu bisa terserang kanker. Squalene tetap diyakini menjadi salah satu senyawa aktif untuk anti kanker, meningkatkan kesehatan serta sangat bermanfaat untuk mengontrol kolesterol. [1]

Squalene merupakan zat yang secara alami dihasilkan oleh sebagian besar hewan dan tumbuhan. Squalene juga sering disebut sebagai omega2, serta memiliki manfaat hampir sama dengan omega 3 seperti meningkatkan imun, memiliki efek antioksidan, memaksimalkan fungsi penyerapan vitamin dan kolesterol, bersifat kemopreventif, membantu mengurangi kerusakan akibat kemoterapi, bersifat antiradioaktif, menutrisi kesehatan kulit, serta meningkatkan kesehatan sel secara umum.

Apa Beda Squalene dan Squalene

Dua istilah ini sangat mirip, sehingga orang tidak begitu peduli dengan kata squalene (dengen huruf e) atau squalene (dengan huruf a), selalu menisbahkan kepada hal yang sama. Padahal kedua kata ini memiliki pengertian yang berbeda meskipun merujuk pada zat yang sama.

Menurut healthline.com, SQUALENE (pakai huruf e) merupakan lipid yang secara alami diproduksi oleh sel kulit dalam tubuh, namun seiring bertambahnya usia, maka produksi squalene ini akan cenderung turun.[2]

By the way apa itu LIPID?

Lipid merupakan molekul alami yang berkelompok meliputi antara lain lemak, lilin, sterol, vitamin yang bisa larut pada lemak, monogliserida, digliserida, trigliserida, fosfolipid, dan lain-lain yang memiliki fungsi biologis untuk tempat penyimpanan energi, pemberi sinyal tertentu, serta berlaku sebagai komponen dalam membangun membran sel. [3]

Puncak produksi squalene pada tubuh manusia sebagai pelembab alami terjadi saat remaja, kemudian mulai turun pada usia 20-tahunan atau 30-an. Pada rentang usia tersebut biasanya kulit akan menjadi lebih kering dan kasar. [2]

Squalene tidak hanya diproduksi secara alami oleh tubuh manusia, karena pelembab alami inipun bisa dihasilkan dari buah zaitun, dedak padi juga tanaman tebu. Serta sudah tentu ditemukan dengan jumlah yang besar pada hati ikan hiu.

Squalene yang berasal dari hewan dan tumbuhan diketahui tidak stabil bila dipakai dalam produk skincare, sebab pada saat terpapar oksigen, senyawa ini bisa cepat rusak dan berubah menjadi tengik.

Oleh karena itu squalene harus dihidrogenasi terlebih dahulu agar bisa dimanfaatkan pada produk kecantikan dan perawatan kulit, hasil hidrogenasi inilah yang kemudian disebut dengan squalane (pakai huruf a) menjadi bentuk molekul yang lebih stabil..

Hidrogenasi sendiri merupakan proses merubah squalene dari minyak tak jenuh untuk kemudian menjadi minyak jenuh (squalane). Adanya proses hidrogenasi akan membuat squalene menjadi minyak yang lebih ramah kulit dan membantu memperpanjang masa pakai.

Beda Squalene dan Omega3

Ada sebagian orang yang beranggapan bahwa squalene adalah omega3 karena sama-sama berasal dari minyak ikan. Tapi bila dicermati lebih dalam, ternyata kedua senyawa ini memiliki perbedaan, baik dari cara mendapatkan serta fungsinya bagi kesehatan.

Sumber Squalene

Squalene merupakan senyawa minyak yang diekstrak dari hati ikan hiu (biasanya hiu botol). Menurut para ahli, hati ikan hiu memiliki asam lemak dengan konsentrasi tinggi, sebagai salah satu adaptasi dalam menjaga kelangsungan hidupnya didasar lautan.

Yang menakjubkan adalah berat hati ikan hiu (pada salah satu spesies) bisa mencapai 20 persen dari bobot tubuhnya, sehingga menjadi salah satu sumber penting dalam produk yang membutuhkan squalene.

Ikan hiu merupakan spesies hewan yang populasinya sangat terbatas, oleh karena itu tidak mengherankan apabila turunan produknya berupa squalene menjadi mahal dan sulit didapatkan.

Sumber Omega3

Omega3 merupakan nama populer untuk minyak ikan yang memiliki kandungan berasal dari campuran Eicosapentanoid acid (EPA) dan Decoxahexanoid (DHA).Omega3 tidak hanya dihasilkan dari hewan tapi juga dari tumbuhan.

Menurut klikdokter.com, beberapa makanan hewani yang mengandung omega3 antara lain adalah: ikan salmon, ikan makarel, tuna, tiram dan ikan teri.

Adapun sumber nabati omega3 adalah kacang kedelai, kacang almond, walnut, biji-bijian, sayuran hijau, minyak zaitun dll. Telur dan susu juga diyakini memiliki kandungan omega3.

Produk-produk yang mengandung omega3 relatif lebih murah bila dibandingkan dengan squalene, karena sumber omega3 tersedia secara berlimpah pada berbagai jenis makanan hewani dan tumbuhan.

Struktur dan Sumber

Squalene merupakan senyawa golongan Triterpenoid yang dihasilkan secara in vivo oleh hati manusia sebagai prekursor sintesis kolesterol. Seperti kebanyakan senyawa terpene lainnya, squalene dapat larut dalam lemak, sama halnya sebagaimana kolesterol, squalene disekresikan melalui kulit serta berperan penting sebagai Skin Surface Lipid (SSL) dalam menjaga tubuh dari lingkungan luar.

Kandungan squalene bisa dengan mudah ditemukan secara alami, namun paling banyak dijumpai pada minyak zaitun, minyak ikan hiu, pada biji gandum dan dedak padi.

Pada minyak zaitun terdapat kandungan squalene sekitar 3,6 mg hingga 9,6 mg, dimana angka kandungan ini kemungkinan tidak terpengaruh dalam pemrosesan minyak zaitun extra virgin. Adapun pada minyak hati ikan hiu, menurut Mathews J [1] dipercaya memiliki kandungan sebesar 40% dari beratnya.

Antioksidasi Squalene

Para ahli meyakini bahwa squalene memiliki sifat sebagai antioksidan. Pada riset eksperimental in vitro memberikan bukti bahwa squalene merupakan agen yang mampu membersihkan oksigen sangat efektif. [4]

Pasca pengkondisian stres oksidatif seperti terkena paparan sinar matahari langsung, squalene berfungsi sebagai pemadam oksigen singlet yang cukup efisien serta mampu mencegah peroksidasi lipid pada permukaan kulit manusia.

Kohno et al dalam penelitiannya menemukan bahwa konstanta laju memadamkan oksigen tunggal pada permukaan kulit manusia oleh squalene ternyata jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan type lipid lainnya, hal tersebut setara dengan 3,5-di- t -butyl-4-hydroxytoluene.

Squalene juga tidak terlalu rentan terhadap peroksidasi serta cukup stabil dari serangan radikal peroksida, menurut Kohno. Hal tersebut menjadi bukti bahwa keberadaan squalene yang memadai pada kulit manusia bisa menghambat reaksi berantai peroksidasi lipid.

Hasil ini menjadi rujukan bahwa boleh jadi fungsi squalene dalam meminimalkan iritasi pada kulit adalah dengan menekan produksi O2 yang bergantung pada perbedaan tindakan superoksida dismutase.

Aktivitas Antikanker

Para peneliti pada awalnya tertarik meneliti squalene karena menemukan bahwa pada ikan hiu tidak terpapar kanker karena adanya jumlah squalene yang tinggi pada jaringan lemaknya.

Kemungkinan hal inipun memiliki peran penting dalam menurunkan tingkat kanker pada mereka yang melakukan diet Mediterania.

Mediterranean Diet merupakan satu jenis diet modern yang digunakan untuk menggantikan cara diet tradisional karena dinilai membawa dampak negatif bagi pelaku. ref: id.wikipedia.org

Ada teori yang mengatakan bahwa mekanisme aksi squalene sebagai anti-karsinogenik adalah dengan melakukan penurunan level farnesyl pirofosfat didalam sel, di mana prenilasi FPP diperlukan untuk aktivasi onkogen. Sebuah konsep yang direkomendasikan dalam mengurangi risiko kanker tanpa merubah jalur biochemicular normal secara drastis.

Mekanisme anti kanker yang sudah disimpulkan agar efektif adalah dengan meningkatkan kadar squalene dalam tubuh, mengirimkan hambatan melalui negative feedback ke enzim HMG-CoA, dengan kondisi tersebut sintesis FPP akan lebih sedikit.

Model mekanisme atau teori tersebut diatas berarti bisa untuk perlindungan pada payudara, pankreas, karsinoma usus besar, serta tumor serupa yang berkaitan dengan proses mutasi onkogen.

Selain mekanisme utama diatas, squalene juga bisa bersifat sebagai penangkal radikal bebas, kemungkinan bisa meningkatkan efek anti-karsinogenik dari obat yang dikonsumsi selama perawatan kanker, serta mengindikasikan adanya sinergi dalam melawan kanker dengan asam oleat (unsur lain minyak zaitun).

Squalene melalui pengujian metabolit toksis beracun memberikan harapan bisa mengurangi efek samping yang diinduksi kemoterapi, walaupun belum ada penelitian secara langsung untuk hal ini.

MANFAAT SQUALENE

Kandungan squalene produk DEEP SQUA HNI berasal dari ekstrak minyak hati hiu dan bukan dari proses ektrasi minyak extra virgin olive oil.

SQUALENE memiliki nama lain seperti: Deep Sea Shark Liver Oil, Shark Liver, Shark Oil, Greenland Shark Liver Oil, Leafscale Gulper Shark Liver Oil, Piked Dogfish Liver Oil, Squalus acanthias dan beberapa nama lainnya.[5]

Menurut webmd.com, minyak hati ikan hiu dipakai bersamaan dengan obat anti kanker biasa untuk pengobatan leukemia dan kanker jenis lainnya, untuk membantu mengurangi efek buruk dari proses pengobatan kanker dengan sinar-X, mencegah flu serta untuk meningkatkan sistem imunitas.

Squalene ikan hiu

Images source: healthline.com

Sedangkan laman web healthline.com mengatakan bahwa minyak hati hiu sudah sejak dulu telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional Skandinavia dalam mengatasi penyakit antara lain untuk mengobati luka, tumor atau kanker, penyakit jantung, dan infertilitas. [6]

Riset mengenai hati ikan hiu terkait dengan berbagai manfaat kesehatan yang dimilikinya karena kandungan yang tinggi akan alkylglycerol (AKG), squalene, serta omega-3 polyunsaturated fatty acid (PUFA).

Minyak hati ikan hiu berwarna kuning tua hingga kecoklatan dengan aroma dan rasa yang cukup menyengat. Saat ini sudah tersedia dalam bentuk cair atau kapsul, atau sebagai bahan tambahan dalam krim kulit dan lip balm.

1. Mengobati Kanker

Salah satu khasiat minyak ikan hiu yang gencar dipromosikan adalah potensinya untuk mengobati kanker, hal ini dilandasi oleh fakta bahwa ikan hiu sangat jarang dipapar oleh kanker karena memiliki kandungan AKG dan squalene yang tinggi.

Apa itu AKG?

Ini merupakan sejenis lemak yang terdapat pada organ pembentuk darah, seperti pada sumsum tulang, limpa, serta hati. Selain minyak ikan hiu, keberadaan AKG juga dijumpai cukup banyak dalam ASI juga sel darah merah.

Riset tabung reaksi dan hewan memberikan hasil kalau AKG punya potensi anti-tumor lewat aktivasi makrofag dan pemanfaatan efek anti-angiogenesis.

Makrofag adalah jenis sel darah putih yang berperan dalam mencerna sel yang rusak, termasuk didalamnya adalah sel kanker, di antara zat lainnya, serta dianggap cukup vital dalam pertahanan anti tumor.

Adapun efek anti-angiogenesis memiliki makna dalam membatasi tumbuhnya pembuluh darah baru yang merupakan asupan nutrisi bagi sel kanker. Sehingga akan membantu mengurangi pertumbuhan dan penyebaran sel-sel tumor.

Penelitian yang telah diujikan terhadap hewan didapatkan hasil bahwa squalene bisa melindungi kulit, usus besar, serta kanker paru-paru yang diinduksi secara kimiawi sebab kapasitas antioksidannya, yang memblokir potensi radikal bebas sebagai pemicu kanker, serta dengan menghambat pengaruh dari zat tertentu pencetus kanker.

Selain hal tersebut diatas, squalene juga diyakini bisa mengurangi peradangan akibat pengobatan kanker, bisa menjadi pendamping selama perawatan dengan kemoterapi, tapi harus diingat bahwa uji klinis terhadap manusia tetap diperlukan.

2. Kesehatan Jantung

Khasiat utama lainnya dari minyak ikan hiu adalah pengaruh positifnya terhadap jantung, meskipun bukti ilmiah hasil uji tentang squalene justru bertolak belakang.

Pada satu sisi, riset efek anti-aterosklerotik squalene memiliki kemungkinan mencegah atau melawan penumpukan plak pada pembuluh darat arteri, mengurangi faktor risiko tekanan darah tinggi serta serangan stroke

Sedangkan pada sisi lainnya, squalene justru menjadi prekursor produksi kolesterol yang terakumulasi di hati dan menurunkan sintesis kolesterol dan trigliserida.

Pada sebuah uji klinis pada tikus (mencit) selama 11 pekan, tikus diberi asupan 0,45 gram per pon (1 gram per kg) squalene menunjukkan adanya peningkatan kadar kolesterol HDL (baik).

Hewan yang diberi makanan dengan tambahan 0,05% dan 0,5% squalene, memberikan hasil peningkatan kadar kolesterol total masing-masing sebesar 32% dan 35%. Kecenderungan yang sama juga terjadi untuk kadar trigliserida darah.

3. Meningkatkan Imunitas

Para nelayan telah lama memanfaatkan minyak ikan hiu sejak zaman kuno karena mengetahui akan potensinya dalam meningkatkan system kekebalan tubuh.

Disamping mengaktifkan makrofag, kandungan AKG dalam minyak ikan hiu dapat menjadi stimulan produksi antibodi dan meningkatkan fungsi reseptor Fc, yaitu protein yang memiliki peran vital sebagai pelindung sistem kekebalan.

Sebagai contoh, dalam sebuah penelitian yang dilakukan selama 4 pekan terhadap 40 orang yang diberi dosis 500 mg kapsul AKG murni sebanyak dua kali dalam sehari sebelum dan sesudah operasi, didapatkan hasil level antibodi meningkat secara signifikan, peradangan turun meskipun sedikit, serta komplikasi menjadi berkurang.

Squalene kemungkinan bisa berfungsi sebagai pemicu meningkatnya keefektifan vaksin apabila dicampur dengan surfaktan.

Hal ini diyakini karena adanya aktivitas imunostimulasi squalene, yang berarti memicu produksi antibodi dan respons imunitas yang lebih kuat.

4. Manfaat Lainnya

Senyawa aktif yang terkandung pada minyak ikan hiu seperti AKG, squalene, serta omega-3 PUFA kemungkinan memeiliki peran atas manfaat kesehatan seperti dibawah ini:

  • Meningkatkan kesuburan. Study pada hewan telah membuktikan bahwa AKG di minyak ikan hiu bisa jadi pemicu mobilitas sperma menjadi lebih cepat.
  • Kesehatan kulit. Squalene merupakan komponen utama pada minyak kulit atau sebum manusia. Dengan demikian, aplikasi squalene berpotensi memberikan hidrasi kulit (kelembaban) sekaligus melindungi kerusakan akibat radiasi ultraviolet (UV).
  • Mencegah efek radiasi. Adanya AKG yang terkandung secara nyata sanggup mengurangi cedera, seperti kerusakan jaringan akibat terapi radiasi.
  • Mengobati sariawan. Minyak ikan hiu bisa membantu mengurangi munculnya sariawan yang muncul secara berulang, sebab efek imunitasnya bisa menghambat keluhan ini.

EFEK SAMPING

Sejauh ini belum didapatkan bukti secara empiris tentang efek samping penggunaan minyak ikan hiu pada manusia.

Namun demikian, seperti telah disinggung diatas, beberapa kontradiksi seputar efek minyak ikan hiu pada kadar koleterol dalam darah, utamanya jika penggunaan dengan dosis tinggi. Sebab hal demikian, penderita penyakit jantung tidak disarankan menggunakan suplemen ini.

Selain hal tersebut, ada uji pada manusia dan hewan menunjukkan bahwa squalene yang berasal dari minyak bisa menjadi sebab penyakit pneumonia yang diinduksi minyak ikan, atau bila terhirup.

Apalagi kerusakan hati yang ditunjukkan oleh satu orang sukarela yang diberi suplemen ikan hati hiu selama 2 pekan dengan dosis 2 kapsul dalam sehari, menunjukkan terjadi peningkatan toksis dalam hati.

Jadi, sebelum memutuskan konsumsi minyak ikan hati pastikan dulu untuk konsultasi dengan dokter atau layanan kesehatan Anda.

Terakhir, walaupun hiu cukup rentan terhadap kontaminasi logam berat (dalam hal ini merkuri), pada hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar kontaminasi tersebut terakumulasi pada jaringan otot dan sirip hiu.

Pada sebuah penelitian sebelumnya bahkan mengindikasikan bila ikan tercemar dengan logam merkuri, kandungan logam pada minyak ikan memiliki kandungan yang kurang signifikan, hal ini boleh jadi bisa dihilangkan selama proses pengolahannya.

Dosis dan Cara Konsumsi

Hanya ada sedikit informasi yang mengupas tentang berapa dosis dan jangka waktu yang tepat pemberian minyak ikan hiu, karena kebutuhan asupan nutrisi berbeda-beda pada tiap orang terkait dengan riwayat kesehatannya.

Namun, ada satu study yang menunjukkan bahwa dengan konsumsi 500 mg minyak ikan hiu dua kali dalam sehari sebelum operasi bisa membantu meningkatkan kekebalan dan penyembuhan luka pasca operasi.

Hanya perlu diingat bahwa ada report yang menyatakan kemungkian efek buruk terhadap kadar kolesterol darah jika minum lebih tinggi dari 15 gram per hari.

Walapun ada produsen yang memberikan rekomendasi untuk penggunaan suplemen minyak ikan dalam membantu fungsi penyerapan nutrisi makanan, namun belum ada bukti ilmiah untuk verifikasi klaim tersebut.

Langkah terbaik adalah tentunya dengan mengikutu intruksi petunjuk penggunaan dari ahli kesehatan mengenai berapa dosisnya dan lama penggunaannya.

Potensi Interaksi

Belum ditemukan adanya informasi mengenai interaksi minyak ikan hiu dengan makanan atau obat-obatan lainnya, walau begitu hal ini bukan berarti tidak akan terjadi.

Seperti kandungan omega-3 yang tinggi pada minyak ikan hiu, diketahui bisa menurunkan tensi darah, hal ini mungkin akan memberikan efek tambahan yang tidak diinginkan bila diminum bersama obat penurun tekanan darah.

Demikian jua pada efek mengencerkan darah dari omega-3 PUFA, kemungkian penggunaannya bisa meningkatkan potensi pendarahan bila dipakai bersama obat untuk mengencerkan darah seperti aspirin dan warfarin. Tapi, bukti ilmiah hasil penelitian bertentangan

Agar terhindari dari resiko yang demikian, tetap konsultasikan pada dokter atau ahli medis keluarga Anda sebelum menggunakan minyak ikan hiu.

WarningFair Use Disclaimer :
Untuk menghindari kesalahan kutip atau terjemah, validitas dan kebenaran artikel tetap merujuk pada sumber referensi dibawah ini:

[1] https://examine.com/supplements/squalene/
[2] https://www.healthline.com/health/squalane/
[3] https://id.wikipedia.org/wiki/Lipid
[4] https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6253993/
[5] https://www.webmd.com/vitamins/.../shark-liver-oil
[6] https://www.healthline.com/nutrition/shark-liver-oil

Disclaimer

Produk Lain

Setelah melihat produk Deep Squa, konsumen juga biasanya melihat produk dibawah ini:

Kelosin Rosella HS Zaitun Softgel Siena Procumin Habbatus Sauda Habbatus Sauda Softgel Procumin Propolis Pegagan HS Carnocap Magafit Ginextrac Diabextrac

Tertarik membeli produk Deep Squa HNI ini?

Sekarang order produk HNI jadi lebih mudah. Cukup isi kolom dibawah (nama dan alamat) langsung melalui WA Anda. Simple tanpa ribet.

Cara Order

Order Deep Squa cukup via WA saja.

Order via WA

Garansi Uang Kembali

Order Deep Squa via WA

GARANSI 100% produk ASLI dan TERKIRIM


Reviews / Testimoni Pengguna

Sembilan reviews pilihan dari 22 reviews produk Deep Squa. Cek detil review atau testimoni silahkan klik pada judul reviewnya.

Setelah Minum Herbal Keluar Batu Ginjal Seperti Kerikil

by Try Wahyudi
2598 Views

Flek Paru (TB) Sembuh Tanpa Obat Kimia, Ini Buktinya

by Sri Setiasih
3973 Views

Darah Tinggi Hingga Tak Sanggup Berdiri, Ini Solusinya

by Lutfi Nasrulloh - Jambi
3299 Views

Katarak Pada Lansia 84Tahun, Ternyata Bisa Normal Loh

by Sugeng Riyanto - 00586621
4948 Views

Harap-harap Cemas Promil Takut Kecewa Lihat Hasilnya

by Ummi Sabil
19752 Views

Ternyata Syaraf Terjepit Bisa Sembuh Tanpa Operasi

by Dwi Riniati - Kabupaten Blitar
5159 Views

Kelainan Tangan Gemetar Selama 15Tahun

by Sadono Sidik Purnawan - Kabupaten Pekalongan
1143 Views

Dua Bulan Ikhtiar Mengobati Luka Diabetes, dan Sukses

by Heni Surahman
3350 Views

Batu Empedu dan Kista Sembuh Tanpa Operasi, Pakai Ini

by Ejen Sutijen
2590 Views

Testimoni lengkap produk Deep Squa HNI bisa cek pada link berikut ini...

Warning Copyright Disclaimer:
Dilarang copy paste artikel pada halaman ini baik sebagian atau keseluruhan, baik untuk konten di marketplace maupun website lain, tanpa menyertakan link sumber kami berikut ini : https://hnipioneer.com/produk/deep-squa

DMCA.com Protection Status

Share FaceBook

Share Twitter

Share Pinterest

Share Telegram

Share Linkedin