Pengalaman satu keluarga dalam cara menyembuhkan penyakit alergi telur puyuh 4 orang anak semua terkena, bukan hanya luka dan borok yang muncul tapi juga darah.

Id483 min read 09-11-22 4019

Cara Menyembuhkan Alergi Telur Puyuh Yang Paten

Testimoni Kopi HC, Mengkudu, Madu Habbat, Sabun Propolis, MHS, Susu EGM, untuk Borok dan Luka

Saat itu keluarga kami usaha ternak telur puyuh. Alhamdulillah hasil setiap hari bisa kami rasakan.

Namun ternyata 4 anak kami memiliki kebiasaan baru, yaitu hampir setiap hari makan telur puyuh yang tidak terhitung.

Bermula dari situlah alergi telur puyuh kami alami satu persatu dari 4 anak kami mengalami gatal-gatal.

Ternyata tidak hanya gatal, borok yang awalnya di satu tempat menyeluruh dari ujung rambut sampai ujung kaki dan keluar darah segar dari tempat luka bagian kepala dan kaki.

Kami periksakan dan menurut medis 6 bulan sudah sembuh saja itu baik ada kemungkinan lebih.

Saya tidak putus asa, akhirnya saya konsul pada herbalis HNI HPAI Ummi Sabil saya ikhtiar kan apa yang beliau sarankan saat itu :

  • Kopi HC 1 sachet dicampur 3 kapsul Mengkudu
  • Minum larutan Madu Habbat
  • Tidak boleh mandi dengan air dingin namun selalu mandi air rebusan daun sirih plus sabun propolis HNI HPAI
  • Minum susu EGM (Etta Goat Milk)
  • Oleskan luka dengan Minyak Herba Sinergi (MHS)
  • Hindari makan jagung, tomat, jeruk manis dan pisang.

Ya Allah Ya Robb, berangsur-angsur luka keempat anak saya kering dan sembuh atas izin Allah tidak sampai 3 bulan jauh lebih cepat dari perkiraan.

Luar biasanya hingga hari ini terhitung sudah sekian tahun ternyata alergi protein tersebut sembuh dan tidak kambuh lagi meskipun kadang kami memberikan telur puyuh porsi secukupnya

Allahu Akbar, kami yakin Allah Maha Penyembuh dan kami yakin akan wasilah HNI HPAI yang luar biasa

Ningrum Angkat Sari
Co-LED 00144071
Magetan - Sujito group

#USB_HC_HNI_HPAI

Optimized 09-11-2022

- obat alami alergi telur
- cara mengatasi alergi telur pada orang dewasa
- alergi telur gatal
- ciri-ciri alergi telur pada wajah

Warning Content Disclaimer:
Testimoni ini bukan merupakan klaim kesembuhan atau klaim keberhasilan. Hasil pemakaian bisa berbeda pada setiap pengguna.

Share FaceBook Share Twitter Share Pinterest Share Telegram Share Linkedin

Testimoni sebelumnya: