Kisah nyata sembuh dari TBC dan asam lambung akut berkat konsumsi herba HNI seperti EGM, Magafit, Habbatussauda, dan Gamat, hasilnya diluar ekspektasi.
Id700 min read 11-09-25 1424
Diluar Dugaan Bisa Sembuh Dari TBC Menahun dan Asam Lambung Akut
Testimoni Etta Goat Milk, Magafit, Gamat Kapsul, Habbats Kapsul, untuk TBC dan Asam Lambung
Ini salah satu testimoni dari mitra HNI Ida Farida.
Beliau ini punya riwayat TBC dan asam lambung yang sudah akut.
Di kasih makan bubur, langsung keluar selain dari mulut juga dari dubur.
Sampai badan kurus tinggal kulit dan tulang. Kalau berjalan nyeri karena ototnya kakinya menipis saking kurusnya.
Mau pindah dari satu tempat ke tempat lain, harus di bopong dan kalau BAK berdiri sudah tidak bisa jongkok.
Herba HNI awal yang diberikan untuk mengatasi asam lambung:
EGM dan Magafit yang diberikan setengah jam sebelum makan, diberikan sesuai jadwal makan pagi, siang dan sore.
Habis konsumsi 1 pouch EGM, alhamdulillah ada perbaikan setiap makan tidak muntah dan BAB lagi.
Alhamdulilah perlahan makannya juga akhirnya bisa makan nasi lembek yang awalnya bubur.
Setelah asam lambungnya sudah teratasi baru pemberian Herba untuk TBC nya, yaitu:
- EGM
- Habbatussauda
- dan Gamat
Semuanya di satukan diseduh dengan air panas.
Alhamdulilah perkembangan TBC nya berangsur membaik yang tadinya batuk dan sesak dan bahkan dadanya nyeri.
Timbangan tubuhnya juga perbulan baik terus, tiap bulan di cek di puskesmas sambil ambil obat merah (walaupun obat TBCnya tidak pernah di minum hanya pertama kali saat pertama di vonis TBC).
Alhamdulilah pemberian Herba yang kedua saat 6 bulan cek hasil dahak dan rongsen TBC nya dinyatakan sembuh TBC nya.
Sumber:
Room Konsultasi Herba HNI
Content Disclaimer:
Testimoni ini bukan merupakan klaim kesembuhan atau klaim keberhasilan. Hasil pemakaian bisa berbeda pada setiap pengguna.
Mengidap TBC dan Asam Lambung Bersamaan
Secara ilmiah mengenai pasien yang mengidap Tuberkulosis (TBC) dan penyakit asam lambung (GERD atau gastritis) secara bersamaan.
1. Tuberkulosis (TBC) secara umum
- Disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
- Umumnya menyerang paru, tetapi juga bisa mengenai organ lain (ekstraparu).
- Gejala utama: batuk kronis >2 minggu, dahak berdarah, demam, keringat malam, berat badan turun drastis.
- Pengobatan membutuhkan kombinasi antibiotik khusus (OAT/Obat Anti Tuberkulosis) selama 6–12 bulan.
2. Asam Lambung (GERD / Gastritis) secara umum
- GERD (Gastroesophageal Reflux Disease): kondisi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.
- Gastritis: peradangan pada lapisan lambung, biasanya karena infeksi H. pylori, stres, obat-obatan, atau pola makan.
- Gejala: nyeri ulu hati, mual, muntah, perut terasa penuh, sendawa asam, kadang sulit makan.
3. Kaitan TBC dan Asam Lambung
Kedua penyakit ini bisa saling memperburuk kondisi pasien, karena:
a. Efek samping obat TBC terhadap lambung
- OAT seperti Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, Etambutol dapat menyebabkan iritasi lambung, mual, muntah, bahkan gastritis.
- Jika pasien sudah punya asam lambung tinggi, gejala bisa makin berat → sulit makan, nutrisi menurun.
b. Kondisi nutrisi pasien TBC
- Pasien TBC biasanya mengalami penurunan berat badan dan nafsu makan akibat infeksi kronis.
- Ditambah dengan asam lambung yang kambuh, pasien bisa semakin sulit makan sehingga gizi makin buruk → memperlemah sistem imun.
c. Stres fisik dan psikologis
- Infeksi kronis (TBC) memicu stres tubuh.
- Stres juga bisa memperparah refluks asam lambung (GERD).
d. Imunitas tubuh melemah
- TBC membutuhkan sistem imun yang kuat.
- Jika pasien kurang makan karena nyeri lambung, maka tubuh makin lemah, memperlambat penyembuhan TBC.
4. Risiko Klinis
Jika TBC dan asam lambung terjadi bersamaan tanpa penanganan tepat:
- Pasien bisa sangat kurus (cachexia) karena tidak bisa makan dengan baik.
- Malabsorpsi obat TBC: bila muntah sering, obat tidak terserap sempurna → risiko resistensi obat.
- Komplikasi lambung: bisa terjadi tukak lambung atau perdarahan.
- Penyembuhan TBC terhambat karena daya tahan tubuh rendah.
5. Pendekatan Penanganan Medis
- Obat TBC (OAT) tetap wajib diminum sesuai jadwal, jangan terputus.
- Obat lambung (antiasam, misalnya Omeprazole, Ranitidine, atau Sucralfate) biasanya diberikan untuk melindungi lambung.
- Nutrisi khusus: makanan lunak, mudah dicerna, tinggi protein (telur, ikan, susu, kacang-kacangan), tapi rendah iritan (hindari kopi, pedas, asam, gorengan).
- Pengawasan ketat dokter: karena obat TBC bisa menyebabkan efek samping serius pada hati dan lambung, perlu kontrol rutin.
- Dukungan psikologis dan istirahat cukup untuk mempercepat pemulihan.
Kesimpulan
Pasien yang mengidap TBC dan asam lambung bersamaan menghadapi tantangan ganda:
- Infeksi kronis (TBC) yang menguras energi & nutrisi.
- Gangguan lambung yang membuat asupan makanan terganggu.
Keduanya saling berkaitan: TBC butuh nutrisi cukup untuk penyembuhan, tapi asam lambung membuat pasien sulit makan.
Oleh karena itu, terapi harus holistik: pengobatan OAT tetap disiplin, lambung dilindungi dengan obat antiasam, serta dukungan gizi dan psikologis agar pemulihan optimal.
Generated by ChatGPT.
Testimoni sebelumnya:
- Cara Mengobati Pengapuran Tulang Dengan Gamat Emas dan N Green
- Cara Menyembuhkan BAB Berdarah Pada Anak 3 Tahun Dengan HNI Health
- Cara Mengobati Sakit Kepala Dengan MHS, Redangin dan Sarikurma
- Komplikasi Saraf Kejepit, Osteoporosis, Kolesterol, Asam Urat dan Diabetes
- Detox Wajah Bebas Jerawat Dengan Sabun Propolis HNI Dalam 1 Bulan












Leave a comment