Parkinson adalah gangguan neurologis progresif pada system saraf kenali gejala faktor pencetus dan cara pengobatan dengan resep herba HNI HPAI lebih aman dan alami.

Share FaceBook Share Twitter Share Pinterest Share Telegram Share Linkedin

Id217 9 min read 26-07-22 4715

Resep obat yang digunakan untuk membantu mengatasi Parkinson ini bersumber dari Resep Herba HNI Mobile (Google Play Store):

Produk HPAI untuk Parkinson

Berikut ini adalah paket Parkinson HPAI bersumber dari herbal produk HPAI yang digunakan sebagai pendamping perawatan Anda.

Obat Parkinson HPAI antara lain:

Produk HNI untuk Parkinson

Berikut aturan minum herbal HNI untuk Parkinson:

√ Deep Squa : 3 x 1 softgel
√ Gamat Kapsul : 2 x 3 kapsul
√ Madu Multiflora : 3 x 1 sdm
√ MHS: Hangatkan dan oleskan

PARKINSON

Produk HNI untuk Parkinson yaitu Deep Squa 50, Gamat Kapsul, Madu Multiflora, Minyak Herba Sinergi,

Parkinson adalah penyakit yang bisa berpengaruh terhadap kontrol otot, keseimbangan, gerak, gangguan pada indra, kemampuan berpikir, kesehatan mental, dan berbagai gangguan lainnya.

Gerakan otot tubuh yang halus dan terkoordinasi dengan baik dipengaruhi oleh hormon dopamin.

Senyawa kimiawi otak ini diproduksi pada bagian otak yang disebut "substantia nigra"

Pada penderita Parkinson, sel-sel substansia nigra mulai mengalami kematian, yang menyebabkan kadar dopamin terus berkurang.

Ketika pengurangan kadar dopamin sudah mencapai 60 hingga 80 persen, gejala parkinson akan mulai tampak.

Gejala awal yang timbul mungkin ringan dan tidak terlalu terlihat, namun seiring berjalannya waktu kondisinya bisa semakin memburuk.

Meskipun hingga saat ini penyakit Parkinson belum dapat disembuhkan, namun terapi dan penggunaan obat dapat mengurangi gejala yang diitimbulkan.

Gejala Parkinson

Gejala Parkinson yang muncul bisa saja berbeda pada setiap orang.

Gejala awal yang mungkin timbul berupa gemetar yang hampir tak terlihat pada salah satu tangan.

Tremor juga seringkali menandai penyakit Parkinson, tapi gangguan ini dapat juga menyebabkan kekakuan dan perlambatan gerakan.

Pada tahap awal penyakit Parkinson, wajah Anda mungkin saja menunjukkan ekspersi yang lebih sedikit atau bahkan tanpa ekspresi.

Lengan Anda mungkin tidak berayun saat Anda berjalan, atau suara Anda menjadi tidak jelas.

Gejala Parkinson timbul secara perlahan dan akan terus memburuk seiring berjalannya waktu atau kondisi yang semakin memburuk.

Beberapa gejala awal bahkan bisa muncul beberapa tahun sebelum gejala motorik mulai berkembang, meliputi :

  • Penurunan kemampuan indra penciuman (anosmia)
  • Tulisan tangan menjadi kecil dan sulit dibaca
  • Sembelit
  • Perubahan suara
  • Postur tubuh yang membungkuk

Gejala Motorik Utama

TremorImage source istock photo

Tremor

Penderita parkinson biasanya mengalami tremor, atau gemetar terutama pada saat otot sedang dalam kondisi istirahat.

Getarannya dapat berkurang pada saat beraktivitas.

Tremor adalah gejala paling umum yang biasa dialami, gejala ini terjadi pada sekitar 80% kasus penyakit Parkinson.

Gerakan menjadi lambat (bradikinesia)

Seiring berjalannya waktu, penyakit Parkinson dapat membuat gerakan menjadi lambat.

Hal ini menjadikan aktivitas sederhana menjadi sulit dan memakan waktu.

Pada saat berjalan langkah Anda mungkin menjadi lebih pendek, Anda juga mungkin mengalami kesulitan pada saat bangkit dari kursi.

Banyak yang beranggapan hal ini terjadi karena kondisi otot yang melemah, tapi faktanya, gerakan yang melambat ini terjadi karena penderita Parkinson mengalami masalah kontrol pada otot.

Kekakuan otot

Kekakuan otot pada penderita Parkinson bisa terjadi pada bagian tubuh mana saja.

Otot-otot yang kaku bisa terasa sakit dan membuat rentang gerak penderitanya menjadi terbatas.

Perubahan postur dan gangguan keseimbangan

Perlambatan gerakan dan kekakuan pada otot menyebabkan postur tubuh menjadi bungkuk.

Kondisi ini bisa terlihat ketika sedang berjalan karena penderita Parkinson akan menggunakan langkah yang lebih pendek, menyeret dan gerakan tangannya lebih sedikit.

Berbalik arah ketika berjalan akan terasa sulit dan mungkin memerlukan beberapa langkah.

Anda juga mungkin terjatuh atau mengalami masalah keseimbangan akibat penyakit Parkinson.

Gejala Motorik Sekunder

Tanpa ekspresiImage source istock photo

Ekspresi wajah kosong

Ekspresi wajah seperti topeng atau yang dikenal dengan hypomimia yaitu ketika ekspresi wajah hanya berubah sedikit saja atau tidak berubah sama sekali.

Lebih sedikit berkedip

Orang yang terkena Parkinson juga akan lebih jarang berkedip, yang merupakan tanda dari berkurangnya kontrol otot-otot wajah.

Mengiler

Mengiler juga merupakan gejala dari masalah kontrol pada otot wajah yang dialami oleh penderita Parkinson.

Ayunan tangan berkurang

Pada penderita Parkinson ayunan tangan pada saat sedang berjalan akan berkurang, atau lebih sedikit jika dibandingkan dengan kondisi normal.

Kesulitan menelan

Kesulitan menelan atau disfagia terjadi akibat berkurangnya kontrol otot tenggorokan, hal ini meningkatkan resiko terjadinya masalah lain, seperti seperti pneumonia atau tersedak.

Suara menjadi pelan

Hypophonia atau penurunan volume suara bisa terjadi pada penderita Parkinson akibat berkurangnya kontrol otot pada tenggorokan dan dada.

Gaya berjalan Parkinson

Yaitu kecenderungan untuk melangkah dengan terseok-seok pada saat sedang berjalan

Gejala Non Motorik

Gejala non-motorik bisa jadi merupakan sebuah peringatan dini akan timbulnya penyakit Parkinson, karena gejala ini bisa muncul bertahun-tahun sebelum gejala motorik mulai terlihat.

Gejala non-motorik meliputi:

  • Gejala sistem saraf otonom, meliputi : hipotensi ortostatik (tekanan darah rendah saat berdiri), sembelit dan masalah pencernaan, inkontinensia urin dan disfungsi seksual.
  • Mengalami depresi
  • Anosmia (gangguan indra penciuman)
  • Kesulitan fokus dan berpikir (demensia terkait Parkinson)
  • Gangguan tidur, seperti periodic limb movement disorder (PLMD), rapid eye movement (REM) dan sindrom kaki gelisah.

Tahapan penyakit Parkinson

Penyakit Parkinson bisa memakan waktu bertahun-tahun atau bahkan puluhan tahun untuk menimbulkan efek yang parah.

Pada tahun 1967 Margaret Hoehn dan Melvin Yahr, menciptakan sistem stadium untuk penyakit Parkinson. Namun sistem ini sudah tidak banyak digunakan lagi.

Menentukan stadium Parkinson dianggap tidak lebih membantu dibanding dengan menentukan bagaimana pengaruh Parkinson terhadap kehidupan penderitanya kemudian memberikan penanganan sesuai dengan kondisinya.

Saat ini, Movement Disorder Society-Unified Parkinsons Disease Rating Scale (MDS-UPDRS) adalah alat utama bagi penyedia layanan kesehatan untuk mengklasifikasikan penyakit ini.

MDS-UPDRS memeriksa empat aspek berbeda tentang bagaimana penyakit Parkinson memengaruhi kehidupan Anda:

Bagian 1: Aspek non-motorik dari kehidupan sehari-hari.

Aspek ini berhubungan dengan gejala non-motorik, seperti demensia, depresi, kecemasan, dan masalah terkait kemampuan mental dan kesehatan mental lainnya.

Pada bagian ini diberikan juga pertanyaan mengenai rasa sakit, sembelit, inkontinensia, kelelahan, dll.

Bagian 2: Aspek motorik dari kehidupan sehari-hari.

Bagian ini mencakup efek Parkinson pada tugas dan kemampuan melakukannya, yang berhubungan dengan gerakan.

Termasuk didalamnya, kemampuan dalam berbicara, makan, mengunyah dan menelan, berpakaian dan mandi sendiri ketika Anda mengalami tremor, dan banyak lagi.

Bagian 3: Pemeriksaan motorik.

Penyedia layanan kesehatan menggunakan bagian ini untuk menentukan efek Parkinson yang berkaitan dengan gerak motorik.

Kriteria pengukuran efeknya berdasarkan cara berbicara, ekspresi wajah, kekakuan, gaya dan kecepatan berjalan, keseimbangan, kecepatan gerakan, tremor, dll.

Bagian 4: Komplikasi motorik.

Pada bagian ini, penyedia layanan kesehatan menentukan seberapa besar dampak gejala penyakit Parkinson terhadap kehidupan penderitanya.

Hal ini meliputi berapa lama gejala tertentu timbul setiap harinya dan sejauh mana gejala tersebut memberikan dampak terhadap cara Anda melalui hari-hari Anda.

Penyebab Parkinson

Gangguan otakImage source istock photo

Penyakit Parkinson adalah gangguan neurologis yang berkembang ketika terjadi perubahan (kerusakan) pada otak.

Namun penyebab pastinya kenapa hal ini bisa terjadi masih belum diketahui.

Meskipun demikian, para ahli telah mengidentifikasi beberapa faktor yang bisa memicu perkembangan penyakit Parkinson.

Faktor Genetik

Para peneliti telah mengidentifikasi perubahan genetik spesifik yang dapat menyebabkan penyakit Parkinson, tapi mereka tidak menganggapnya sebagai kondisi turunan.

Kasus ini pun sangat jarang terjadi, faktor genetik diperkirakan hanya menyebabkan 10% saja dari keseluruhan kasus yang ada.

Rendahnya kadar dopamin

Gejala penyakit Parkinson utamanya disebabkan oleh terjadinya penurunan atau rendahnya kadar dopamin.

Hal ini terjadi ketika sel-sel yang memproduksi dopamin pada otak mengalami kematian.

Dopamin memiliki peran dalam mengirimkan sinyal ke bagian otak yang mengontrol gerakan dan koordinasi.

Oleh karena itu, kadar dopamin yang rendah dapat membuat seseorang kesulitan untuk mengontrol gerakan mereka.

Saat kadar dopamin semakin rendah, secara bertahap gejalanya akan semakin memburuk.

Badan Lewy

Seseorang yang menderita penyakit Parkinson mungkin memiliki gumpalan protein pada otaknya, yang dikenal dengan alpha-synuclein, atau badan Lewy.

Akumulasi badan Lewy dapat menyebabkan hilangnya sel-sel saraf, yang mendorong terjadinya perubahan pada gerakan, kemampuan berfikir, perilaku, dan suasana hati.

Hal tersebut mungkin juga bisa menyebabkan demensia atau penurunan fungsi otak.

Demensia badan Lewy berbeda dengan penyakit Parkinson, tetapi orang-orang dapat menderita penyakit tersebut dengan gejala yang serupa.

Autoimun

Menurut penelitian pada tahun 2017, para ilmuwan menemukan kemungkinan adanya hubungan genetik antara penyakit Parkinson dan kondisi autoimun, seperti rheumatoid arthritis.

Pada tahun 2018, peneliti yang menyelidiki catatan kesehatan di Taiwan menemukan bahwa orang yang menderita penyakit rematik autoimun memiliki peluang 1,37 kali lebih tinggi untuk terkena penyakit Parkinson.

Kadar norepinefrin yang rendah

Penyakit parkinson mungkin juga berhubungan dengan kerusakan pada ujung saraf yang menghasilkan neurotransmiter lain (norepinefrin), yang berkontribusi pada sirkulasi darah dan fungsi tubuh otomatis lainnya.

Rendahnya kadar norepinefrin pada penderita Parkinson dapat meningkatkan risiko gejala motorik dan nonmotorik, seperti:

  • Kekakuan
  • perubahan postur
  • gemetar
  • kecemasan
  • kesulitan fokus
  • demensia
  • depresi

Hal ini mungkin menjelaskan mengapa orang yang memiliki penyakit Parkinson umumnya mengalami hipotensi ortostatik.

Kondisi ini mengacu pada tekanan darah seseorang ketika mereka berdiri, yang menyebabkan kepala terasa melayang dan berisiko jatuh.

Faktor risiko parkinson

Beberapa faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit Parkinson, diantaranya:

  • Cedera otak traumatis
  • Paparan racun
  • Faktor Gender (Pria 50% lebih berisiko mengalami Parkinson)
  • Faktor usia
  • Penggunaan obat-obatan tertentu

Pengobatan parkinson

Hingga saat ini penyakit Parkinson masih belum dapat disembuhkan, tetapi terdapat beberapa perawatan untuk meringankan gejalanya.

Bentuk perawatan yang dilakukan juga dapat berbeda dari orang ke orang, tergantung pada gejala spesifik yang dialami dan seberapa baik perawatan tertentu bekerja.

Penggunaan obat-obatan seringkali digunakan sebagai perawatan utama untuk menangani kondisi ini.

Pilihan pengobatan lainnya adalah melakukan operasi dengan menanamkan perangkat yang akan memberikan arus listrik ringan pada bagian otak.

Prosedur ini dikenal dengan stimulasi otak dalam.

Ada juga beberapa pilihan eksperimental, seperti perawatan berbasis sel punca, tetapi ketersediaannya seringkali sulit didapat.

Dan masih terdapat beberapa bentuk perawatan lain, namun belum tentu menjadi pilihan yang baik bagi penderita penyakit Parkinson.

Pencegahan parkinson

Semprot tamanImage source istock photo

Karena faktor penyebab Parkinson belum dapat diketahui, tidak ada cara yang terbukti efektif untuk mencegah penyakit tersebut.

Namun, terdapat beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi risikonya.

Menghindari paparan racun

Sebisa mungkin hindarilah paparan bahan kimia yang mengandung racun seperti: herbisida, pestisida, dan pelarut

Lakukan langkah-langkah berikut untuk menghindari paparan racun

  • Hindari penggunaan pestisida dan herbisida yang tidak perlu
  • Gunakan produk alternatif untuk menggantikan produk yang diketahui mengandung racun, seperti paraquat
  • Lakukanlah tindakan pencegahan, seperti mengenakan pakaian pelindung, jika sulit untuk menghindari penggunaan racun.

Hindari trauma kepala

Sebagai bentuk perlindungan dari cedera otak traumatis, Anda dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Gunakan pelindung kepala ketika melakukan olahraga yang berpotensi mencederai kepala
  • Pakailah helm saat bersepeda atau mengendarai sepeda motor
  • Gunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil
  • Segera cari pertolongan medis untuk gegar otak dan menghindari beberpa aktivitas yang berpotensi menimbulkan resiko lanjutan.

Latihan fisik

Kakek lariImage source istock photo

Latihan fisik secara teratur dapat membantu mencegah atau mengobati penyakit Parkinson.

Menurut sebuah ulasan pada tahun 2018, aktivitas fisik dapat membantu menjaga kadar dopamin dalam otak.

Faktor makanan

Beberapa pilihan makanan juga dapat membantu mengurangi risiko terkena Parkinson dan beberapa penyakit lainnya.

Kunyit

Bahan yang biasa ditambahkan sebagai bumbu kedalam makanan ini mengandung kurkumin, senyawa antioksidan.

Menurut penelitian laboratorium, kunyit dapat membantu mengurangi risiko penyakit Parkinson dengan mencegah stres oksidatif dan penggumpalan protein alpha-synuclein.

Flavonoid

Penelitian menunjukkan bahwa antioksidan ini dapat menurunkan risiko penyakit Parkinson. Anda bisa mendapatkan flavonoid dalam buah beri, apel, beberapa jenis sayuran, teh, dan anggur merah.

Menghindari aldehida

Pemanasan dan penggunaan kembali beberapa jenis minyak goreng, seperti minyak bunga matahari, dapat menyebabkan aldehida terbentuk.

Ini merupakan bahan kimia beracun yang berpotensi meningkatkan risiko penyakit Parkinson dan beberapa penyakit lainnya.

Pengobatan Parkinson Dengan Herbal HNI HPAI

Sampai saat ini para ahli belum bisa memastikan obat apa yang bisa menyembuhkan penyakit Parkinson.

Karena kondisi ini biasanya Anda akan terus mencari berbagai alternatif pengobatan agar bisa sembuh.

Salah satu cara pengobatan Parkinson yang bisa Anda coba adalah dengan menggunakan obat herbal alamiah yang saat ini sudah tersedia.

Untuk mendampingi terapi Anda, bisa gunakan obat herbal berikut:

  • Deep Squa : 3 x 1 softgel, jika kuat tambahkan dosinya 3 x 2 softgel
  • Gamat Kapsul : 2 x 3 kapsul
  • Madu Multiflora : 3 x 1 sdm
  • Minyak Herba Sinergi : Hangatkan dan oleskan

Sumber Resep HNI HPAI V.2.1.3

√ Parkinson, Gejala dan Cara Pengobatannya
√ Posted 24-Jan-2020 : Updated 26-Jul-2022
√ 9 Min Read : 4715 Views

Share FaceBook Share Twitter Share Pinterest Share Telegram Share Linkedin

Deep Squa 50 Gamat Kapsul Madu Multiflora Minyak Herba Sinergi untuk Parkinson.

Fair Use Disclaimer:
Untuk menghindari salah kutip atau salah tafsir, validitas artikel terkait produk HNI Parkinson tetap mengacu pada sumber rujukan seperti pada referensi dibawah ini:

[1] https://www.mayoclinic.org/.../parkinsons-disease/

[2] https://my.clevelandclinic.org/.../parkinsons-disease-an-overview

[3] https://www.healthline.com/.../parkinsons

[4] https://www.medicalnewstoday.com/.../323396

Resep HNI Parkinson

Herbal HNI untuk Parkinson : Deep Squa 50 Gamat Kapsul Madu Multiflora Minyak Herba Sinergi

Isi Paket Parkinson HNI

HARGA KONSUMEN:
- Deep Squa 50 Rp.250.000
- Gamat Kapsul Rp.130.000
- Madu Multiflora Rp.100.000
- Minyak Herba Sinergi Rp.45.000
TOTAL : 525.000 (belum termasuk ongkir).

Mau harga lebih MURAH? Cek dibawah ya...

Saran Pemakaian Resep Parkinson HNI HPAI

Berikut ini adalah dosis minum pemakaian produk HNI untuk Parkinson sesuai dengan Resep HNI V.2.1.3.

- Deep Squa : 3 x 1 softgel
- Gamat Kapsul : 2 x 3 kapsul
- Madu Multiflora : 3 x 1 sdm
- MHS: Hangatkan dan oleskan

Cara mengobati Parkinson dengan Deep Squa 50 Gamat Kapsul Madu Multiflora Minyak Herba Sinergi .

Content Disclaimer:
Artikel obat herbal HNI untuk Parkinson ini hanya sebagai informasi semata, tidak ditujukan sebagai saran pengganti resep dokter / ahli kesehatan keluarga Anda.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli kesehatan sebelum melakukan pengobatan dengan artikel Obat herbal Parkinson HNI HPAI ini.

Cara Order Obat HNI untuk Parkinson

Tertarik membeli obat herbal HNI Parkinson ini? Cukup klik tombol WA dibawah. Simple tanpa ribet.

Order via WA

Resep HPAI untuk Parkinson Lebih Murah

Mau harga lebih MURAH? Ayo daftar dulu jadi member/agen disini. Cek harga konsumen (Cust) dan harga member (Agen):

ProdukCustAgenSave
Deep Squa 50250rb200rb50rb
Gamat Kapsul130rb100rb30rb
Madu Multiflora100rb80rb20rb
Minyak Herba Sinergi45rb30rb15rb
TOTAL525rb410rb115rb

Hemat kan?

Modal 10rb bisa hemat 115rb rupiah. Order paket Parkinson, tidak perlu bayar 525rb tapi cukup 410rb saja.

Tidak usah bayar 525000
Cukup 410000

Mau harga lebih murah? Pastikan Anda jadi member dulu ya...

PAKET PARKINSON HARGA MEMBER/AGEN:
- Deep Squa 50 Rp.200.000
- Gamat Kapsul Rp.100.000
- Madu Multiflora Rp.80.000
- Minyak Herba Sinergi Rp.30.000
TOTAL : 410.000 (belum ongkir). Lebih hemat 115.000