Menurut pakar kesehatan, wudhu diklaim ternyata bisa menyembuhkan penyakit kanker getah bening. Benarkah demikian? Dan bagaimana proses penyembuhannya. Jangan sia-siakan informasi ini.

Keajaiban Wudhu

Id8 Postby Admin 10-12-23 2523 Penyakit

Seperti halnya shalat, telah banyak ahli yang melakukan riset terhadap khasiat wudhu bagi kesehatan.

Salah satunya adalah psikiater sekaligus neurolog berkebangsaan Austria, Prof Leopold Werner von Ehrenfels.

Ia menjumpai bahwa wudhu mampu merangsang pusat saraf dalam tubuh manusia. Menurut beliau, dari keselarasan air dengan wudhu dan titik-titik saraf, kondisi tubuh akan senantiasa sehat.

Karena penemuan tersebut, von Ehrenfels akhirnya menjadi mualaf dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels. [1]

Dari banyak riset ilmiah juga membuktikan bahwa timbulnya penyakit kulit merupakan akibat dari kebersihan kulit kurang terjaga.

Oleh sebab itu, Anda yang sering aktivitas di luar ruangan dianjurkan membasuh atau mencuci anggota badannya yang terbuka sesering mungkin.

Wudhu dan Kanker Getah Bening

Dinukil dari tribunnews.com, ada kabar baik buat Anda yang sering berwudhu dengan benar.

Selain untuk bersuci, pada wudhu ada faedah lain yang Allah karuniakan, yaitu kesehatan dan terhindar dari penyakit.

Ahli sclera, iris dan pupil mata, yaitu Bapak Arman Sibuea menjelaskan akan hal tersebut pada pelatihan tentang "Pendeteksian Kanker Melalui Mata".

Dalam kesempatan tersebut Beliau menjelaskan bahwa ada kaitan erat antara kebiasaan wudhu dengan penyakit kanker getah bening.

Seperti sudah diketahui bahwa kanker getah bening, melakukan pembiakannya melalui saluran getah bening yang berada di seluruh jaringan tubuh manusia dan sangat cepat menjalar.

Ketika Anda berwudhu dengan benar, maka bukan saja suci dan bersih jiwa dan raga kita, bahkan Allah Subhaanahu SWT menambahkan bonus sehat dari kanker kelenjar getah bening.

Pada saat wudhu ada aktifitas pemijatan pada titik saraf kelenjar getah bening menjadi aktif.

Wudhu yang benar adalah dengan betul-betul mengusap muka, telinga, kepala atau ubun-ubun, sela-sela jari tangan dan kaki.

Pada saat wudhu tanpa Anda sadar melakukan pijatan pada sela-sela jari tangan dan kaki serta telinga.

Inilah yang dipercaya bisa membantu proses pemulihan dari penyakit kanker getah bening.

Tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah

Tatcara wudhuImage source freepik.com

Menurut muslim.or.id [2], wudhu secara bahasa artinya husnu atau keindahan dan nadhofah atau kebersihan.

Wudhu saat hendak melakukan sholat dikatakan sebagai wudhu karena membersihkan anggota wudhu serta membuatnya indah.

Adapun secara syariah, wudhu merupakan bentuk ibadah kepada Allah dengan mencuci 4 anggota wudhu dengan tata cara tertentu.

Cara wudhu berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam dari Humroon budak sahabat Utsman bin Affan rodhiyallahu ‘anhu:

Dari Humroon (bekas budak Utsman bin Affan);

Suatu ketika ‘Utsman memintanya untuk membawakan air wudhu (dengan wadahpent.).

Lalu kemudian ia tuangkan air dari wadah tersebut pada kedua tangannya.

Maka ia membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali

Lalu ia memasukkan tangan kanannya ke dalam air wudhu kemudian berkumur-kumur, lalu beristinsyaq dan beristintsar.

Lalu beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali.

Kemudian membasuh kedua tangannya sampai siku sebanyak tiga kali kemudian menyapu kepalanya (sekali saja: pen.).

Kemudian membasuh kedua kakinya sebanyak tiga kali.

Kemudian beliau mengatakan, “Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam berwudhu dengan wudhu yang semisal ini dan beliau shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan,

“Barangsiapa yang berwudhu dengan wudhu semisal ini kemudian sholat 2 roka’at dan ia tidak berbicara di antara wudhu dan sholatnya maka Allah akan ampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

Dari uraian hadits tersebut berikut adalah tatacara wudhu yang sudah ma’fum dikalangan kaum muslimin :

  • Berniat wudhu dalam hati untuk menghilangkan hadats.
  • Mengucapkan basmalah (bacaan bismillah).
  • Membasuh dua telapak tangan sebanyak 3 kali.
  • Mengambil air dengan tangan kanan, lalu memasukkannya ke dalam mulut dan hidung untuk berkumur-kumur dan istinsyaq (memasukkan air dalam hidung).
  • Kemudian beristintsar (mengeluarkan air dari hidung) dengan tangan kiri sebanyak 3 kali.
  • Membasuh seluruh wajah dan menyela-nyelai jenggot sebanyak 3 kali.
  • Membasuh tangan kanan hingga siku bersamaan dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan yang kiri.
  • Menyapu seluruh kepala dengan cara mengusap dari depan ditarik ke belakang, lalu ditarik lagi ke depan, dilakukan sebanyak 1 kali, dilanjutkan menyapu bagian luar dan dalam telinga sebanyak 1 kali.
  • Membasuh kaki kanan hingga mata kaki bersamaan dengan menyela-nyelai jemari sebanyak 3 kali kemudian dilanjutkan dengan kaki kiri.

Syarat Wudhu

Menurut tuan guru Syaikh Dr. Sholeh bin Fauzan bin Abdullah Al Fauzan hafidzahullah mengatakan bahwa syarat wudhu itu ada tujuh, yaitu antara lain:

  1. Islam
  2. Berakal
  3. Tamyiz
  4. Berniat (niat ketika hendak akan melakukan ibadah tersebut).
  5. Air yang digunakan adalah air yang bersih dan bukan air yang diperoleh dengan cara yang haram.
  6. Telah beristinja dan istijmar lebih dulu (jika sebelumnya memiliki keharusan untuk istinja dan istijmar dari hadats).
  7. Dan yang terakhir tidak ada penghalang hal yang mencegah air sampai ke kulit.

Dari penjelasan tatacara wudhu diatas ada aktifitas yang merupakan bentuk pemijatan disela-sela tangan, kaki serta anggota wudhu lainnya.

Area tersebut merupakan titik-titik limfatik atau system getah bening pada organ tubuh.

Efek pemijatan tersebut menurut para ahli yang memberi pengaruh pada pemulihan kanker getah bening.

Kanker Getah Bening

Kanker getah bening adalah jenis kanker yang menyerang sistem limfatik, yaitu bagian dari sistem imunitas dalam menangkal infeksi. [3]

Secara medis, pencetus penyakit ini masih belum diketahui secara pasti. Namun dijumpai beberapa faktor risiko yang bisa penyebab seseorang mengidap kanker getah bening.

Sistem limfatik memiliki fungsi untuk melawan bakteri dan virus yang masuk penyebab infeksi pada tubuh.

Sebegaimana organ tubuh lainnya, kanker juga bisa menyerang system kelenjar limfatik. Kanker getah bening dikenal juga dengan sembutan limfoma.

Penyebab Kanker Getah Bening

Kapan waktunya penyakit ini muncul?

Kanker getah bening mulai menunjukan jati dirinya saat akumulasi sel-sel limfosit di kelenjar getah bening bertambah dengan cepat tanpa kendali.

Kondisi tersebut yang membuat jumlah sel getah bening semakin banyak, efeknya timbul pembengkakan.

Penyebab mengapa sel limfosit bisa menjadi ganas, hingga saat ini belum diketahui secara pasti oleh para ahli.

Meski demikian, berbagai pengalam riset kesehatan menyebutkan ada beberapa faktor resiko pencetus penyakit ini antara lain :

Kanker getah bening Hodgkin

  • Mereka yang berumur antara 20-40 tahun atau di atas 55 tahun.
  • Berjenis kelamin pria.
  • Memiliki riwayat keluarga terkena penyakit ini.
  • Memngidap infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang dapat menyebabkan mononukleosis.
  • Daya tahan tubuh lemah, seperti efek terpapar infeksi HIV atau penggunaan obat tertentu yang berpengaruh pada system imunitas.

Kanker getah bening non-Hodgkin

  • Berumur 60 tahun atau lebih. Meski demikian, anak-anak juga punya potensi terserang jenis ini.
  • Memiliki sistem imunitas yang lemah.
  • Mengidap penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis atau penyakit celiac.
  • Ada penyakit leukemia, infeksi bakteri pylori, atau infeksi virus hepatitis C dan virus Epstein-Barr (EBV).
  • Terpapar radiasi nuklir dan bahan kimia beracun, seperti pestisida dan herbisida.
  • Obesitas atau berat badan terlalu gemuk.

Ayo rajin-rajin berwudhu dengan benar sesuai tuntunan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam.

In syaa Allah diberikan kesehatan ruhani, sekaligus bebas dari kanker getah bening. Wallahualam Bissawab