Bagaimana caranya memilih dan menggunakan keyword yang tepat agar bisa muncul di halaman satu Google untuk kata kunci apapun. Ini rahasia para juara berdasarkan study kasus yang terbukti efektif 100 persen.

Id518 9 min read 07-01-23 2152

Muncul di Halaman Satu Google

Internet saat ini sedang menghadapi gelombang revolusi konten yang sangat luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut firstsiteguide.com[1], diakhir Maret 2022, setidaknya sudah ada lebih dari 1.93 milyar situs web yang online di seluruh dunia.

Belum lagi ada 500juta blog yang sudah eksis dan postingan baru terus diproduksi sekitar 2 juta artikel setiap hari.[2]

Bila dibandingkan dengan masa lalu, dewasa ini masyarakat lebih senang mencari informasi melalui internet, khsususnya mesin pencari.

Sebelum pandemi Covid-19, trafik penelusuran di mesin Google sekitar 3,6 miliar setiap hari, sekarang naik jadi 6 milyar lebih per hari.

Anda yang terlibat langsung dengan penerbitan artikel tentu akan pusing akibat banyaknya konten baru tersebut.

Persaingan semakin berat namun disisi lain Anda harus bisa menonjol diantara milyaran informasi yang berserakan diatas.

Bagaimana Caranya Agar Konten Anda Berada di Halaman Satu SERP Google?

Artikel dibawah ini akan memandu Anda, bagaimana caranya agar setiap konten yang Anda buat bisa jadi pemenang dengan muncul di halaman pejwan.

Baca juga: Cara Menolak Backlink Buruk Dengan Google Disavow.

Hal penting untuk memenangkan persaingan ketat penelusuran Google adalah dengan pemilihan kata kunci atau keyword yang tepat sbb:

  • Memiliki konten berkualitas.
  • Keyword fokus strategis (tertarget).
  • Optimisasi mesin pencari (SEO / Search Engine Optimizations).

Itulah tiga faktor utama yang bisa menunjang kesuksesan konten atau artikel Anda sehingga tidak tenggelam dalam lautan informasi dunia maya.

Keyword Fokus

Keyword atau kata kunci fokus adalah istilah penelusuran yang Anda target agar konten muncul di halaman pertama mesin pencari.

Sebagai contoh, jika Anda ingin menulis tentang Minyak Herba Sinergi agar muncul di pejwan Google, mengapa tidak membuat keyword turunannya seperti Minyak Herba Sinergi untuk Sakit Gigi.

Ayo cek keyword tersebut melalui Google Ads:

Keyword MHS

  • Kata kunci Minyak Herba Sinergi memiliki tingkat pencarian sekitar 1rb-10rb kali dengan persaingan yang tinggi.
  • Sedangkan Minyak Herba Sinergi untuk Sakit Gigi, pencarian lebih rendah 100-1rb dengan persaingan yang lebih rendah.

Jenis keyword ini sering dikenal dengan kata kunci ekor panjang atau long-tail keyword, frasa yang lebih panjang namun lebih spesifik daripada kata kunci yang singkat dan terlalu umum.

SERP MHS

Saat seseorang mengetikkan long tail keyword di Google, maksud pencarian sudah jelas, mereka mencari konten petunjuk yang lebih spesifik.

Kata kunci ekor panjang memiliki niche yang lebih sempit dan tentunya dengan jumlah pencarian yang lebih rendah dari keyword umum.

Meskipun pencarian rendah, namun Anda masih bisa berharap memenangkan persaingan yang relatif lebih mudah.

Lihat grafik ahrefs dibawah ini untuk melihat bagaimana trend longtail keyword bisa lebih menjanjikan bagi Anda:

SERP TrendImage source: ahrefs.com

Jauh lebih baik konten Anda berhasil muncul di halaman 1 Google (pejwan) dengan kata kunci ekor panjang daripada harus berada pada laman 397 dengan keyword populer.

Meskipun keyword yang Anda target cukup populer, jika berada pada halaman 397 maka kemungkinan besar tidak ada yang melihat artikel Anda.

Lebih baik di halaman satu dengan longtail keyword daripada halaman 397 untuk keyword populer.

Longtail keyword mempunyai tingkat konversi yang lebih tinggi, hal ini terkait dengan maksud pencarian user yang sudah lebih spesifik.

Seperti contoh kata kunci lainnya: Mustika Dara, maka akan muncul turunan longtail keyword sbb:

  • Manfaat Mustika Dara
  • Harga Mustika Dara HPAI
  • Cara Pakai Mustika Dara
  • Bahaya Mustika Dara
  • dll.

SERP Bahaya Mustika Dara

Dalam memilih kata kunci turunan ekor panjang tersebut tidak bisa dilakukan secara acak atau sembarangan.

Harus dilakukan penelitian terlebih dahulu sehingga bisa mengambil pendekatan yang tepat saat menyajikan konten artikel.

Bagi saya sendiri, longtail keyword yang bisa dibuat adalah dengan jumlah pencarian 500 kali sebulan dan persaingan harus rendah atau minimal sedang.

Sehingga arus trafik bisa lebih banyak datang dengan potensi mendapatkan klik yang lebih tinggi.

Jangan membuat longtail keyword yang tidak ada pencarian sama sekali di Google, karena itu hanya akan membuang waktu Anda.

Cara Mencari Longtail Keyword

Melakukan riset kata kunci adalah langkah awal penting dalam strategi pemasaran konten apa pun, sebelum Anda menulis kata pertama di artikel Anda.

Mengabaikan riset ini sama dengan mengharapkan konten Anda gagal tanpa bekas begitu saja.

Kata kunci longtail bukan hanya fokus pada tingkat persaingan rendah, namun harus memiliki relevansi dengan tema website Anda.

Sweet SpotImage source expresswriters.com

Lalu, bagaimana cara menemukan sweet spot yang optimal memiliki relevansi dengan tingkat persaingan yang rendah?

Caranya bisa dengan membuat daftar topik umum, kriterianya:

  • Menarik minat Anda
  • Memiliki kaitan dengan industri, pasar, dan atau niche website Anda.
  • Pastikan relevan dengan audiens Anda.

Setelah mendapatkan daftar topik, coba ekstrak untuk memikirkan subtopik turunannya. Anda bisa mempertimbangkan maksud dari istilah pencarian di topik tersebut.

Pikirkan kemungkinan pengunjung Anda menggunakan informasi ini dan frasa spesifik apa yang mungkin juga mereka cari.

Saya sendiri biasa pakai tools penelitian keyword dari layanan Semrush, Ahrefs atau Google Ads.

Alat-alat online tersebut membantu dalam menganalisa subtopik target Anda:

  • Menemukan jumlah pencarian.
  • Probabilitas peringkat.
  • Tingkat persaingan.
  • Kata kunci dan frasa sinonim lainnya.

Ada cara sederhana yang bisa Anda gunakan, yaitu dengan melihat "Penelusuran Terkait" di pencarian Google. Coba ketik sebuah keyword dan gulir ke halaman bawah SERP.

Disana Anda akan menemukan beberapa frasa alternatif lain yang sering muncul di Google, dengan demikian Anda bisa memperkirakan relevansinya.

Penelusuran Terkait Bahaya Mustika Dara

Setidaknya Anda harus memiliki satu kata kunci utama dan satu atau dua kata kunci terkait, itu idealnya.

Adakalanya Anda menjumpai kata kunci dengan ejaan tidak baku, Anda harus memperbaikinya agar tidak terlihat seperti robot.

Misalnya "Mustika Dara manfaatnya", sebaiknya rubah menjadi kata kunci "Manfaat Mustika Dara ".

Anda juga boleh menambahkan beberapa variasi kata kunci untuk memperkaya konten, namun harap diingat jangan terlalu berlebihan, para pakar SEO membatasi 20 kombinasi.

Pengayaan kata kunci atau keyword stuffing sudah tidak relevan dalam strategy SEO hari ini.

Piramida KeywordImage source expresswriters.com

Dengan mengacu pada pola diatas, maka bagan keyword yang Anda bangun akan memiliki gambaran sbb:

  • Primary Keyword sebagai kata kunci utama (prioritas tinggi): Bahaya Mustika Dara
  • Secondary Keyword (prioritas sedang): Apa efek buruk Mustika Dara
  • Additional Keyword atau kata kunci tambahan (prioritas rendah): Efek buruk atau efek negatif herbal terkandung dalam Mustika Dara.

Penempatan Kata Kunci

Setelah Anda melakukan sedikit riset dan mendapatkan kumpulan kata kuncinya, lakukan penempatan pada halaman website dengan benar dan apik.

Tidak boleh menjejal kata kunci disembarang tempat sebab itu akan mengganggu pembaca dan mendatangkan hukuman dari Google.

Menurut pakar SEO, penempatan kata kunci yang paling baik adalah sbb:

Judul Artikel

Gunakan kata kunci utama pada judul, jika itu memungkinkan. Google akan mengenali kesesuaian dengan frasa penelusuran asli.

Bukan itu saja, ini akan berpotensi klik dan visitor cenderung lebih percaya bahwa konten artikel Anda relevan dengan minat mereka.

Akan tetapi, bila kata kunci ini terdengar janggal dan tidak alami, jangan dipaksakan karena bisa dianggap keyword stuffing.

Anda pastinya tidak ingin pengunjung menganggap bahwa konten ini buatan robot dan pergi begitu saja tanpa membaca hingga ke bawah.

Variasi kata kunci juga bisa Anda pakai di judul selama memiliki relevansi.

Meta Deskripsi

Deskripsi meta adalah uraian singkat keseluruhan halaman, panjang karakter yang terbaik adalah 160-170. Meta ini muncul di bawah halaman web dan artikel di SERP.

Meta Description adalah tempat utama untuk memasukkan kata kunci Anda.

Pada meta desc, saya biasanya menambahkan kata kunci utama dan sekunder untuk meningkatkan potensi peringkat di Google.

Hasilnya memang tidak begitu mengecewakan, terbukti dan bekerja dengan baik.

SERP MHS Meta Description

Konten Pembuka

Ada pakar SEO yang percaya bahwa penempatan kata kunci dalam 200 kata pertama akan memberikan efek positif terhadap peringkat.

Benar tidaknya teori ini belum bisa diverifikasi, sebab Google sendiri sebagai raksasa mesin pencari tidak terbuka mengungkapkan semua variable dalam algoritme peringkatnya.

Sehingga pada banyak kasus praktisi SEO dibiarkan membuat persepsi sendiri berdasarkan pengalaman masing-masing.

Dulu, Google memberikan porsi utama pada konten diparuh atas. Akan tetapi John Mueller dari Google sendiri mengkonfirmasi bahwa itu bukan lagi faktor peringkat.

Meski demikian beberapa pemasar masih percaya hal ini ada preferensi lebih besar pada 200 kata pertama atau lebih pada konten sebuah webpage.

Konten Penutup / Kesimpulan

Teorinya hampir sama dengan konten pembuka, 200 kata terakhir sebaiknya Anda sisipkan kata kunci.

Akhir konten ini biasanya merupakan rangkuman atau kesimpulan poin-poin halaman, jika memungkinkan tambahkan kata kunci utama pada ajakan untuk bertindak (call-to-action atau CTA).

Heading (H1, H2 dan H3)

Konten artikel Anda harus selalu memiliki judul. Dari kacamata organisasi dan visual, judul memiliki peran sangat penting untuk membagi halaman.

Judul dan sub-judul bisa memecah sebagian besar teks paragraf serta mengelompokkan artikel sehingga pembaca lebih mudah menelusuri poin-poin utama.

Bagi Google, judul juga penting karena menjadi sinyal peringkat yang membantu mesin pencari mengindeks konten, memahami poin penting, serta menarik informasi untuk cuplikan unggulan di SERP, seperti yang Anda lihat di sini:

Keyword Cuplikan

Lihat gambar diatas, masing-masing poin dalam daftar adalah judul terpisah dalam artikel.

Dengan menambahkan kata kunci pada judul H1, H2, dan H3 membantu menekankan frasa penting tersebut sehingga Anda memiliki peluang mendapatkan peringkat.

Teks Alt Gambar

Gambar juga merupakan salah satu bagian penting dalam SEO. Pengunjung manusia dan bot Google menyukai multimedia, bukan blok teks layaknya skripsi yang tiada kesudahan.

Tujuan utama atribut teks alt (tag alt atau deskripsi alt) adalah untuk membantu menunjukkan salinan tertulis sebagai pengganti gambar jika gambar tidak muncul.

Teks alt memiliki tujuan penting lainnya yaitu membantu bot merayapi, memahami, mengindeks, dan memberi peringkat situs web Anda.

Dengan teks alt Anda sudah membantu Google dalam identifikasi media yang relevan dengan konten.

Sepanjang Konten

Teknik penempatan kata kunci disepanjang artikel agar konten terlihat natural mungkin sulit pada awalnya.

Namun semakin banyak Anda berlatih hal tersebut akan semakin mudah, apakah sebuah paragraf perlu kata kunci atau tidak.

Pengunjung manusia tidak suka dengan kata atau kalimat yang berulang-ulang, jadi Anda harus hati-hati meletakkannya.

Pengalaman pengguna yang baik, bisa memberikan sinyal pada bot Google akan kualitas konten artikel yang memadai.

Meskipun demikian, pada kasus artikel yang bagus dengan tanpa pengulangan kata kunci juga bisa buruk dari sisi SEO.

Bot mesin pencari masih membutuhkan pengulangan untuk mempertegas kata kunci utama yang ingin diungkapkan.

Jika Anda bingung dengan pola diatas, bisa dilakukan dengan menulis tanpa kata kunci, setelah selesai lakukan penyisipan yang tepat agar aliran kalimat tidak janggal.

URL

Ini yang sering saya lakukan, dan hasilnya juga terbukti lebih baik.

Masukkan kata kunci utama pada alamat URL, potensi peringat sangat dominan pada posisi ini.

URL menjadi salah satu tanda paling kuat bagi Google bahwa konten Anda sangat relevan dalam pencarian pengguna.

Keyword pada url

Sama halnya dengan beberapa teori diatas, pakar SEO dan pemasar konten sering berdebat mengenai efektifitas praktik ini.

Namun daripada Anda menyesal, mengapa tidak coba lakukan teknik ini lalu test performanya sehingga punya persepsi lebih jelas.

Karena toh membuat URL mengandung kata kunci bukan sebuah pelanggaran bagi Google, teknik ini aman-aman saja.

Kesimpulan

Untuk meningkatkan kinerja SEO Anda lebih maksimal, tempatkan keyword pada:

  • Judul artikel
  • Meta description
  • Konten awal pembuka
  • Konten penutup atau kesimpulan
  • Heading (H1, H2 dan H3)
  • Alt pada gambar
  • Sepanjang konten artikel
  • URL

Rumus memaksimalkan keyword dengan konten SEO: konten hebat + keyword fokus strategis + optimisasi mesin pencari (SEO).

Setiap aspek konten artikel penting secara individual, namun keajaiban terjadi ketika semua komponen dalam konten saling bersinergi.

Terapkan tiga rumus ini, dan dapatkan trafik yang meledak dari Google ke website Anda.

Namun jangan frustrasi jika Anda tidak melihat hasil segera, ini butuh perjuangan, waktu, komitmen, dan ketekunan.

Percayalah, artikel ini adalah investasi yang sangat berharga bagi kemajuan situs Anda.

[1] firstsiteguide.com/how-many-websites/

[2] expresswriters.com/...keyword-research-content-writing/