Efek samping akar alang-alang atau ilalang untuk kesehatan antara lain bisa mempengaruhi kesuburan dan gangguan spermatogenesis, ibu hamil dan ibu menyusui .. doc HNI Pioneer.

√ Post 02-10-23 by (Id212)
√ 1967 views
√ CLOUD Alang Alang

Efek Samping Alang-alang

Alang-alang adalah tanaman perdu dengan tinggi antara 30 hingga 180cm.

Bagian tumbuhan yang sering digunakan untuk pengobatan karena mengandung senyawa aktif adalah akar, daun dan bunga.

Alang-alang atau ilalang sering dianggap sebagai hama atau gulma bagi pertanian, padahal kegunaan alang-alang untuk kesehatan sangat banyak.

Infasinya yang demikian masif bukan hanya pada area liar, tapi juga menyerang lahan pertanian atau perkebunan yang dikelola.

Kemampuan menakjubkan dari akar alang-alang sanggup bersaing dengan jenis tanaman apapun secara efektif menyerap air dan nutrisi.

Dengan keunggulan diatas maka tidak heran ilalang menyebar secara cepat sanggup bertahan dalam berbagai kondisi.

Biasanya alang-alang dimanfaatkan untuk melindungi area gundul yang mudah terkena erosi.

Pertumbuhannya yang sangat cepat dengan membuat jalinan ikat rimpang dibawah tanah.

Bukan itu saja cakupan penutupan yang luas pada sebuah lahan kosong memang sangat tepat dan dibutuhkan untuk hal tersebut

Adapun rimpang dan akar alang-alang sering dimanfaatkan oleh pencinta herbal sebagai salah satu bahan obat-obatan tradisional seperti:

  • Untuk meluruhkan kencing (karena bersifat diuretika)
  • Mengatasi demam dan beberapa keluhan lainnya.

Kandungan zat aktif alang-alang

Kegunaan akar alang-alang

Menurut med.uoi.gr, alang-alang memiliki senyawa aktif baik pada akar, bunga maupun daunnya.[1]

Berikut ini adalah kandungan zat aktif alang-alang yang banyak digunakan untuk pengobatan herbal antara lain:

  • asam klorogenat, asam malat, asam oksalat, asam sitrat, beta-sitosterol, eter, fenol, flavonoid, glikosida,
  • juga isoflavon, karbohidrat, katekol, lignan, logam (kalium, kalsium), scopoletin, stigmasterol dan triterpenoid.

Efek samping alang-alang untuk kesehatan

Hingga saat ini belum ada laporan yang dipublikasikan mengenai efek buruk penggunaan alang-alang terhadap kesehatan manusia.

Namun demikian hal ini bukan berarti alang-alang tidak memiliki potensi efek samping.

Salah satu mengacu pada hasil studi Yan Wang, James Zheng Shen, Yuk Wah Chan, & Wing Shing Ho tahun 2018.

Ditemukan hasil bahwa penggunaan alang-alang untuk pengobatan kanker tidak menunjukkan efek samping yang berbahaya.

Meskipun untuk kondisi ini harus tetap tetap dengan pengawasan dokter.[2]

Penelitian lain terhadap alang-alang menunjukkan bahwa senyawa bioaktif akar alang-alang seperti alkaloid dan terpenoid bisa mempengaruhi kesuburan melalui gangguan spermatogenesis.[3]

Pada pengujian terhadap mencit yang diberikan etanole ekstrak akar alang-alang, ditemukan mengalami kelainan atau kerusakan pada sperma.

Namun untuk memastikan efek ini pada manusia, masih perlu penelitian lebih lanjut.

Sedangkan menurut laman sehatq.com, efek samping yang ditimbulkan adalah potensi terjadinya defisiensi thiamine akibat kandungan enzim thiaminase di dalamnya.

Beberapa kondisi dibawah ini sebaiknya hindari penggunaan ekstrak alang-alang dalam proses pengobatan, antara lain:

Pecandu alkohol

Konsumsi alang-alang berpotensi mengurangi vitamin B1 sehingga tubuh kurang mampu menangkal efek buruk alkohol.

Ibu hamil serta ibu menyusui

Hingga saat ini, belum ada satupun penelitian yang membuktikan ekstrak alang-alang aman untuk ibu hamil dan ibu menyusui, sehingga disarankan tidak mengambil risiko.

Pasien diabetes

Meskipun ada yang mengatakan bahwa alang-alang bisa menurunkan kadar gula darah.

Konsumsi alang-alang secara berlebihan bisa menekan level gula darah hingga tingkat yang berbahaya.

Pengidap defisiensi thiamine

Alasannya adalah karena senyawa aktif alang-alang bisa memecah thiamine di dalam tubuh dengan cepat.

Penderita hipokalemia

Kegunaan alang-alang sebagai zat diuretik mungkin mengakibatkan seseorang kehilangan terlalu banyak kalium yang dibuang dari tubuh saat berkemih.

Efek farmakologi alang-alang

Alang-alang memiliki kandungan senyawa aktif yang bersifat sebagai anti-bakteri, anti-septik, anti-piretik (untuk atasi nyeri), emolien dan antelmintik (mematikan cacing).

Alang-alang mungkin boleh direkomendasikan untuk membantu mengobati beberapa keluhan sebagai berikut:

  • ISK infeksi saluran kemih.
  • Demam
  • Perdarahan pada hidung (mimisan) atau pada perlukaan
  • Hemoptisis (batuk berdahak yang mengandung darah)
  • Hematuria atau kencing berdarah
  • Edema atau pembengkakan anggota tubuh (biasa terjadi akibat penimbunan cairan)
  • Ikterus (terkait dengan penyakit kuning)
  • Nyeri ulu hati atau dispepsia
  • Diare dan disentri.

Ekstrak herbal ilalang memiliki karakter antibakteri terhadap Staphylococcus aureus dan Bacillus dysenteriae.

Sementara itu untuk meyakinkan ada atau tidaknya aksi antivirus dan antitumornya telah dilakukan beberapa kali.

Penutup

Demikian informasi terkait dengan efek samping akar alang-alang untuk kesehatan tubuh manusia.

Pastikan kembali Anda melakukan sesi konsultasi dengan dokter atau terapist, sebelum aplikasi alang-alang dalam pengobatannya Anda.