Manfaat kunyit untuk kanker mungkin efektif tersebab mengandung kurkumin yang diyakini oleh para ahli memiliki sifat yang bisa menghambat pertumbuhan sel .. doc HNI Pioneer.

√ Post 04-12-23 by (Id207)
√ 1321 views
√ CLOUD Kunyit

Manfaat Kunyit Untuk Kanker

Kunyit merupakan salah satu tanaman herbal yang biasa diolah menjadi jamu tradisional oleh masyarakat Indonesia.

Tahukah Anda bahwa banyak senyawa pada kunyit yang berperan penting untuk menjaga kesehatan tubuh bila konsumsi secara rutin.

Bagian tanaman kunyit yang digunakan sebagai salah satu formula pada produk Harumi adalah pada akarnya (rimpang atau rizhoma).

Kunyit atau di Jawa lebih dikenal dengan nama KUNIR atau Kunyir (di tanah Sunda), memiliki nama latin sebagai Curcuma domestica Val atau Curcuma longa Linn. [1]

Tanaman rempah-rempah yang sering digunakan untuk pengobatan tradisional ini konon asal muasalnya dari wilayah Asia Tenggara.

Kemudian secara perlahan menyebar ke Malaysia, Indonesia, Australia bahkan hingga sampai ke Afrika.

Tanaman ini cukup familiar dengan masyarakat Indonesia dan India serta bangsa Asia.

Mereka pada umumnya telah memakai kunyit untuk pelengkap bumbu masak, dibuat jamu atau untuk dimanfaatkan sebagai penjaga kesehatan wanita dan kecantikan.

Ciri Morfologi Kunyit

Kunyit termasuk tumbuhan herbal yang tergolong pada keluarga Zingiberaceae dengan beberapa ciri antara lain sebagai berikut: [2]

Habitus

Merupakan jenis tanaman semak dengan tinggi tubuhnya sekitar 70 cm.

Batang kunyit

Bentuk batang kunyit semu, berdiri tegak membulat, pada pangkal bawah membentuk rimpang serta warna pada batangnya hijau kekuningan.

Daun

Adapun bentuk daunnya adalah tunggal dengan panjang sekitar 20-40 cm dan lebarnya 8-12,5 cm.

Bentuk lanset memanjang, pada setiap batang terdiri dari 3-8 daun yang ujung dan pangkal runcing.

Pada tepi daun tampak rata dengan tulang menyirip dan berwarna hijau tapi agak pucat.

Bunga

Bentuk bunga kunyit majemuk, memiliki rambut dan bersisik, dengan tinggi tangkai panjang antara 16-40 cm.

Mahkota bunga memiliki panjang sekira 3 cm dengan lebar kurang lebih 1,5 cm.

Warna bunga kunyit adalah kuning, bentuk kelopak nya silindris, pangkal daun pelindung pulih dan ungu.

Akar kunyit

Bentuk akar kunyit termasuk golongan serabut, dengan warna coklat muda (Depkes RI, 2002).

Kandungan Senyawa Aktif Pada Kunyit

Akar rimpang tanaman kunyit diklaim memiliki berbagai senyawa aktif yang sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pengobatan antara lain sebagai berikut: [2]

Kurkuminoid

Sebagai zat pemberi warna kuning pada kunyit, yaitu merupakan senyawa diarilheptanoid 3-4% (Curcumin, dihidrokurkumin, desmetoksikurkumin serta kandungan bisdesmetoksikurkumin)

Minyak Atsiri

Memiliki kandungan minyak atsiri sebesar 2 hingga 5% yang terdiri dari seskuiterpen dan turunan fenilpropana turmeron, kurlon kurkumol, atlanton, bisabolen, seskuifellandren, zingiberin, aril kurkumen, humulen.

Senyawa aktif lain

Pada rimpang kunyit juga terkandung zat Arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin serta dammar

Mineral

Kandungan mineral pada kunyit yaitu antara lain magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbal, seng, kobalt, aluminium serta bismuth (Sudarsono et.al, 1996).

Manfaat Kunyit

Bagian tanaman kunyit yang sering digunakan untuk tujuan pengobatan adalah pada rimpang atau akar kunyit.

Pada bagian ini memiliki banyak kandungan zat aktif yang membantu proses kesehatan.

Rimpang kunyit telah digunakan sejak lama untuk menangani beberapa kondisi ini:

  • Bersifat antikoagulan (mencegah darah menggumpal)
  • Antiedemik
  • Membantu menurunkan tekanan darah
  • Sebagai obat untuk penyakit malaria
  • Mengatasi cacing diperut
  • Memperbanyak produksi ASI
  • Sebagai stimulan
  • Mengobati keseleo, memar serta gejala rematik.

Senyawa kurkuminoid yang terkandung pada kunyit bisa digunakan manfaatnya sebagai antihepatotoksik.

Atau berperan sebagai pelindung hati dari racun (Kiso et al., 1983), enthelmintik (membunuh cacing pada usus manusia atau hewan), antiedemik, serta analgesic (penghilang rasa sakit).

Disamping hal tersebut diatas, menurut (Masuda et al., 1993), kurkumin juga bisa mengambil peran sebagai antiinflamasi atau anti peradangan dan antioksidan.

Adapun menurut Supriadi, kandungan kurkumin pada kunyit memiliki khasiat untuk mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung.

Kunyit juga memiliki kandungan minyak atsiri yang bisa digunakan untuk mengurangi kontraksi usus yang kuat dalam pengobatan diare, meredakan batuk serta antikejang.

Kunyit Sebagai Anti Kanker

Kanker merupakan salah satu jenis penyakit yang paling mengerikan, hal ini biasanya ditandai dengan adanya pertumbuhan jaringan sel yang tidak normal.

Dari data yang ada ditemukan beberapa jenis kanker yang masih memiliki sejumlah kemiripan.

Diantara jenis kanker tersebut tampaknya memiliki hubungan yang erat dengan suplemen kurkumin.

Telah banyak penelitian terhadap kurkumin sebagai pengobatan alternatif dalam menghambat pertumbuhan sel-sel kanker.

Faktanya memang cukup mempengaruhi pertumbuhan, perkembangan dan penyebaran kanker pada tingkat molekul.

Riset yang telah dilakukan oleh para ahli dalam memantau aktivitas antikanker curcumin pada berbagai jenis kanker baik yang dilakukan secara in vitro maupun in vivo.

Curcumin diyakini bisa dikembangkan sebagai obat alternatif antikanker yang cukup potensial.

Hal ini berkaitan dengan aktivitas antikanker curcumin manakala dihubungkan dengan kemampuannya dalam menghambat COX maupun pada jalur signaling sel (Meiyanto, 1999).

Disamping itu, curcumin juga dihubungkan dengan kemampuan sifatnya yang unik yaitu:

  • Sebagai salah satu sumber antioksidan kuat.
  • Menghambat terjadinya karsinogenesis
  • Penghambatan proliferasi sel, antiestrogen, serta antiangiogenesis.

Kondisi diatas sangat vital perannya terhadap penghambatan pembuluh darah yang diperlukan sel kanker agar bisa berkembang.

Penutup

Demikian informasi mengenai manfaat kunyit terkait dengan pengobatan kanker.

Perlu dipahami bahwa artikel ini bukan sebagai pengganti saran medis, namun sebatas informasi belaka.

Bila Anda ingin menggunakan artikel ini untuk proses pengobatan, silahkan merujuk pada dokter atau terapist Anda.