Inilah penyebab mengapa infeksi saluran kemih atau ISK lebih sering diidap oleh kaum wanita daripada pria berdasarkan salah satunya karena anatomi .. doc HNI Pioneer.

√ Post 19-02-24 by admin2 (Id1481)
√ 306 views
√ CLOUD Infeksi Saluran Kemih

Infeksi Saluran Kemih Pada Wanita

Infeksi Saluran Kemih (ISK) pada wanita adalah kondisi yang umum terjadi dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan.

Wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami ISK dibandingkan pria, dan ini sering terkait dengan anatomi mereka.

Infeksi saluran kemih atau ISK merupakan gangguan kesehatan yang terjadi karena adanya infeksi pada organ sistem urinari.

ISK bisa dialami oleh siapa saja, namun lebih berisiko terjadi pada wanita karena organnya berdekatan.

Bila tidak segera ditangani,ISK pada kaum wanita akan mencetus komplikasi yang lebih serius, seperti gangguan ginjal hingga sepsis.

Oleh karena itu, Anda perlu waspada terhadap gejalanya yang mungkin bisa timbul setiap saat.

Jenis ISK

Berdasarkan bagian tubuh yang terinfeksi, ISK pada wanita dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • ISK bawah: jenis ISK yang menyerang pada sistem berkemih bagian bawah, seperti uretra (uretritis) dan kandung kemih (cystitis).
  • ISK atas: jenis ISK yang melibatkan ureter (saluran yang membawa urine dari ginjal menuju kandung kemih) dan ginjal.

Penyebab ISK pada Wanita

Infeksi saluran kemih atau ISK sering kali terjadi pada wanita karena memiliki uretra (saluran yang pembuangan urine dari kandung kemih ke luar tubuh) lebih pendek daripada pria.

Kondisi ini menyebabkan bakteri yang hidup di sekitar vagina dan anus lebih mudah masuk serta bergerak menuju saluran kandung kemih.

Berikut adalah beberapa informasi penting mengenai infeksi saluran kemih pada wanita:

Anatomi Wanita

Anatomi wanita memiliki faktor yang memudahkan bakteri untuk mencapai saluran kemih.

Uretra wanita lebih pendek dan terletak lebih dekat dengan anus, sehingga memudahkan bakteri untuk mencapai uretra dan masuk ke saluran kemih.

Aktivitas Seksual

Hubungan seksual adalah salah satu faktor risiko utama untuk ISK pada wanita.

Selama hubungan seksual, bakteri dari area genital dapat masuk ke dalam uretra, meningkatkan kemungkinan infeksi.

Menopause

Wanita yang mengalami menopause mengalami penurunan kadar estrogen.

Penurunan estrogen dapat menyebabkan perubahan pada dinding uretra dan vagina, meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Pregnancy

Selama kehamilan, perubahan hormonal dan tekanan mekanis pada kandung kemih dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Penggunaan Spermisida atau Diafragma

Penggunaan spermisida atau alat kontrasepsi seperti diafragma dapat meningkatkan iritasi dan meningkatkan risiko infeksi saluran kemih.

Menstruasi

Wanita yang sedang menstruasi lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih karena perubahan lingkungan di sekitar area genital.

Infeksi Jamur

Infeksi jamur, terutama oleh Candida albicans, juga dapat menyebabkan gejala mirip ISK pada wanita.

Penggunaan Pakaian Dalam yang Ketat

Pakaian dalam yang ketat dapat menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko infeksi.

Dehidrasi

Kurangnya asupan cairan dapat menyebabkan urin menjadi lebih terkonsentrasi, yang dapat memberikan lingkungan yang lebih mendukung pertumbuhan bakteri.

Histori Infeksi Saluran Kemih Sebelumnya

Wanita yang pernah mengalami ISK memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami infeksi lagi.

Penutup

Penting untuk diingat bahwa gejala ISK pada wanita dapat mencakup rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil, sering buang air kecil, urin berbau tidak sedap, dan rasa tidak nyaman di daerah panggul.

Jika gejala-gejala ini muncul, konsultasikan dengan tenaga medis untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat.

Pencegahan, termasuk menjaga kebersihan pribadi, minum cukup air, dan hindari penggunaan bahan kimia yang dapat mengiritasi, juga dapat membantu mengurangi risiko ISK pada wanita.