Manfaat dan efek samping daun kumis kucing yang harus Anda tahu utamanya dalam kondisi hamil atau menyusui, ada masalah ginjal dan .. doc HNI Pioneer.

√ Post 21-02-24 by (Id165)
√ 1573 views
√ CLOUD Daun Kumis Kucing

Manfaat dan Efek Samping Daun Kumis Kucing

Kumis kucing atau orthosiphon aristatus merupakan tumbuhan herbal asli Indonesia yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, termasuk dalam keluarga lamiaceae/labiatae. [1]

Wujud fisik tananam herbal ini memiliki batang basah yang tegak, berasal dari wilayah tropis Afrika, lalu menyebar ke berbagai negara lainnya di Asia dan Australia.

Terna tegak ini bila dilihat bagian bawahnya memiliki akar pada bagian buku-bukunya, bila sudah dewasa bisa mencapai tinggi hingga dua meter.

Daun kumis kucing panjangnya antara 1-10cm dengan lebar 7.5mm sampai 1.5cm, bentuknya agak lonjong seperti telur atau agak bundar, atau ada juga kemiripan dengan belah ketupat.

Kelopak bunga kumis kucing punya ciri khas yaitu memiliki kelenjar, ada terlihat guratan seperti urat, pada pangkalnya ditumbuhi bulu pendek yang relatif jarang, adapun atas bunganya nampak gundul.

Yang unik dari bunga kumis kucing adalah karena benang sarinya memiliki ukuran yang lebih panjang dari tabung bunga dan melewati bibir bunga bagian atasnya.

Kumis kucing sering juga disebut dengan JAVA TEA atau teh Jawa sering dimanfaatkan pengobatan secara oral untuk mengatasi berbagai keluhan saluran kemih, kandung kemih dan ginjal.[2]

Namun untuk manfaat ini masih perlu ada penelitian ilmiah lebih lanjut untuk menunjang pemakaian.

Kumis kucing dikenal memiliki sifat diuretik oleh karena itu sebaiknya banyak minum air putih, membantu menghentikan kejang-kejang, mengurangi bengkak atau radang, serta menangkal bakteri.

Secara empiris daun kumis kucing basah ataupun yang sudah dikeringkan, keduanya sama bisa dimanfaatkan untuk mengobat berbagai jenis penyakit.

Di negara Indonesia sendiri daun kumis kucing kering (simplisia) digunakan untuk memperlancar air kemih (sifat diuretik) adapun di India dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit rematik.

Masyarakat secara umum telah mengenal kumis kucing untuk penggunaan obat tradisional untuk membantu penyembuhan encok, batuk, masuk angin hingga sembelit.

Manfaat Kumis Kucing

Menurut webmd.com kumis kucing atau teh jawa memiliki banyak manfaat untuk mengatasi berbagai jenis penyakit antara lain sebagai berikut:

  • Nyeri sendi dan pegal-pegal (reumatik).
  • Encok.
  • Osteoartritis (radang sendi).
  • Mengurangi tekanan darah tinggi.
  • Mengatai gangguan pada kandung kemih dan ginjal.
  • Infeksi saluran kemih (ISK).
  • Infeksi pada ginjal, kandung kemih atau uretra.
  • Kondisi keluhan hati.
  • Batu empedu dan batu ginjal.

Namun demikian untuk memastikan manfaat tersebut diatas, masih diperlukan bukti penelitian lebih lanjut.

Untuk bisa mendapatkan manfaat dari kapsul ekstrak kumis kucing bisa menggunakan salah satu produk HNI HPAI yaitu Laurik.

Efek Samping Kumis Kucing

Secara umum konsumsi ektrak kumis kucing mungkin masih cukup aman bila diminum hingga delapan pekan.

Namun demikian bagi Anda dengan kondisi sebagaimana dibawah ini sebaiknya konsultasi lebih dulu dengan dokter saat akan konsumsi ekstrak kumis kucing.

Ibu hamil dan ibu menyusui

Meskipun belum ada informasi yang bisa dipercaya efek samping kumis kucing pada kedua ibu ini, namun untuk keamanan sebaiknya hindari aplikasi.

Retensi cairan

Para pengidap retensi cairan (edema) sebaiknya hindari konsumsi kumis kucing sebagai terapi bypass apabila memiliki masalah dengan kesehatan pada jantung atau ginjal.

Hipotensi

Penderita hipotensi atau darah rendah juga tidak disarankan konsumsi kumis kucing dalam jangka panjang.

Ada satu kekhawatiran bahwa kumis kucing mungkin bisa memicu tekanan darah menjadi drop.

Apabila tekanan darah dinyatakan sudah terlalu rendah, hindari penggunaan agar tidak semakin parah.

Operasi pembedahan

Operasi bedah rawan terjadi pendarahan, kondisi ini sangat dihindari agar saat penutupan luka tidak bermasalah.

Masalahnya adalah kumis kucing punya potensi untuk mengencerkan darah, sehingga proses operasi akan semakin sulit.

Untuk amannya jikapun Anda terpaksa harus mengonsumsi kumis kucing, sebaiknya dilakukan setidaknya 2 pekan sebelum jadwal bedah.