Meskipun manfaat jahe sangat banyak bagi kesehatan tetapi masih ada kontraindikasi dan efeknya bagi Anda khususnya yang mengalami kondisi kesehatan seperti ini.

Manfaat Jahe dan Efeknya

Id162 Postby Admin 14-10-23 1076 Jahe

Tumbuhan jahe dengan nama ilmiah zingiber officinale, termasuk salah satu suku temu-temuan (Zingiberaceae) merupakan akar rimpang yang begitu populer di Indonesia.

Jahe begitu familiar sehingga menjadi bahan rempah-rempah yang harus ada di dapur, disamping tentunya telah dikenal sebagai bahan obat tradisional.

Jahe memiliki manfaat yang sangat banyak dan bisa digunakan untuk konsumsi dan pengobatan.

Rimpangnya memiliki bentuk seperti jemari, ruas tengahnya agak menggembung. Memiliki rasa yang pedas karena kandungan senyawa keton-nya yaitu zingeron.

Asal mula jahe diyakini berasal dari India, tapi ada sebagian yang mempercayai justru berasal dari sebelah selatan Tiongkok.

Dimulai dari India, tumbuhan herbal ini dibawa sebagai rempah-rempah yang diperdagangan hingga ke Asia Tenggara, kemudian ke Tiongkok, Jepang, hingga mencapai Timur Tengah.

Pada jaman penjajahan dulu jahe menjadi komoditas yang sangat populer di daratan Eropa karena rasanya yang pedas dan hangat.

Di negara Indonesia sendiri jahe memiliki nama yang berbeda-beda pada tiap daerah.

Baca juga apa saja manfaat jahe merah bagi kesehatan tubuh manusia pada link berikut ini.

Di tanah sunda memiliki nama yang sama yaitu jahe sedangkan di Jawa dinamakan jae, sama seperti di Kangean.

Orang Madura memanggil jahe dengan sebutan jhai, di Aceh halia sedangkan beuing di tanah Gayo, dan nama-nama lainnya yang berbeda di tiap daerah.

Nama umum untuk jahe yang telah dikenal secara luas penggunaannya adalah ginger atau garden ginger (Inggris).

Berdasarkan pengalaman yang sudah ada, tanaman herbal ini hanya mampu tumbuh dengan baik di daerah dengan iklim tropis.

Oleh karena itu budidaya jahe biasa dilakukan pada wilayah sekitaran jalur katulistiwa semisal di Asia Tenggara, kemudian Brasil dan negara Afrika.

Menurut wikipedia [1], rekor pemasok jahe terbesar di dunia saat ini dipegang oleh negara Equador dan Brasil.

Bentuk Morfologis Jahe

Bentuk jaheImage source istock photo kredit art Photo

Batang pohon jahe adalah merupakan batang semu dengan ketinggian antara 30cm sampai 100 cm.

Disebut batang semu karena tumbuhan ini tersusun dari pelepah daun yang saling menutupi sehingga bisa berdiri tegak dan kuat layaknya batang pohon.

Pada akarnya berbentuk rimpang dagingnya bila dibelah berwarna kuning hingga kemerahan mengeluarkan bau yang sangat kuat.

Daun tanaman jahe tersusun dari pelepah yang melekat dan saling membungkus sehingga tampak seperti.

Daun pohon jahe memiliki warna hijau bentuknya lonjong agak lancip sejajar .

Pada jahe, bunganya tumbuh dari dalam tanah berupa malai yang mirip dengan bulat telur panjang sekira 3,5- 5 cm dengan anatar 1,5 - 1,75 cm.

Bunga jahe warnanya hijau agak kekuningan. Warna pada bibir bunga dan kepala putik adalah ungu. Sedangkan tangkai putiknya ada dua.

Pengolahan Jahe

pengolahan jaheImage source istock photo kredit jchizhe

Akar atau rimpang jahe, utamanya yang dipanen pada umur muda kemungkinan tidak dapat bertahan lebih lama jika disimpan di gudang.

Oleh karena itu dibutuhkan pengolahan lebih lanjut dengan segera supaya layak dikonsumsi.

Kualitas rimpang jahe yang paling bagus adalah yang dipanen pada umur yang tidak terlalu muda, tapi juga jangan terlalu tua.

Olahan jahe sudah bisa dipasarkan dalam bentuk yang masih segar, yaitu setelah jahe dipanen, kemudian dibersihkan baru dipasarkan.

Selain bentuk segar diatas, pemasaran jahe juga bisa dalam bentuk olahan sebagai berikut :

1. Dikeringkan.

Bentuk ini adalah paling populer di pasar tradisional, jahe dipotong secara digebing (potong tipis) kemudian dikeringkan.

2. Diawetkan.

Teknik ini merupakan hasil dari jahe segar, kemudian di olah menjadi tingting jahe (permen jahe), jahe acar, asinan jahe, dalam bentuk sirup, hingga minuman jahe instan.

3. Bubuk.

Pengolahan lebih lanjut jahe dengan menggunakan teknologi industri yang lebih maju, setelah jahe dikeringkan kemudian digiling hingga menjadi bubuk sesuai kebutuhan.

Jahe dalam bentuk bubuk dimanfaatkan untuk farmasi, aplikasi pada minuman, alkohol ataupun jamu.

4. Oleoresin jahe

Ini adalah hasil dari pengolahan lebih lanjut tepung jahe, berwarna cokelat memiliki kandungan minyak asiri anatar 15% sampai 35%.

Manfaat dan Khasiat Jahe

Berikut ini adalah beberapa manfaat dan khasiat jahe bagi kesehatan tubuh, antara lain sebagai berikut :

1. Menjaga Fungsi Pencernaan

Konsumsi jahe sesuai dosis akan membantu proses pemecahan protein pada makanan sehingga bisa diserap secara optimal.

Selain itu kandungan antioksidan pada jahe menjaga saluran pencernaan dari infeksi akibat serangan penyakit.

2. Mengatasi Mual dan Muntah

Konsumsi jahe atau ekstrak jahe saat safar diyakini akan mengurangi potensi mual dan muntah.

Kandungan senyawa aktif pada jahe bisa menghasilkan efek rileks sehingga bisa terasa lebih nyaman, nyantai dan tenang.

3. Melancarkan Metabolisme

Hangatnya jahe diklaim mampu melancarkan metabolisme tubuh dalam proses pengeluaran lemak dan pembakaran kalori sehingga tubuh menjadi lebih ramping

4. Mencegah Radang

Ada senyawa gingerol yang terkandung pada jahe memiliki manfaat sebagai anti inflamasi, dengan demikian zat ini akan membantu redakan dan mengobati peradangan yang terjadi pada tubuh.

5. Mengobati Sakit Kepala / Migrain

Ekstrak jahe diyakini sanggup mencegah timbulnya prostaglandin sebagai salah satu pencetus sakit kepala dan migrain.

Pada sebuah riset dengan melibatkan 100 orang yang menderita migrain. Pengidap diacak untuk mengonsumsi 250 mg jahe atau minum triptan.

Periset memakai skala standar untuk mengukur efek gejala pada 30 menit pertama, 60, 90 dan 120 menit setelah pemberian dosis dan juga mengukur efek dalam rentang 24 jam pasca pengobatan.

Hasilnya menunjukan pengurangan gejala 90% atau dengan kata lain lebih baik pada 120 menit pertama.

Persentase mereka yang konsumsi jahe 64% sedangkan triptan 70%. Baik ekstrak jahe maupun triptan cukup efektif mengurangi tingkat keparahan migrain pada dua jam pertama.

6. Melancarkan Darah

Jahe memiliki kandungan gingerol yang bersifat anti-koagulan yang dapat mencegah penggumpalan darah.

Dengan demikian darah akan mengalir lebih lancar dan bisa terhindar dari serangan penyakit stroke.

7. Mencegah Kanker atau Tumor

Kandungan antioksidan alami jahe berupa senyawa minyak atsiri dapat mencegah aktivitas radikal bebas yang menjadi salah satu penyebab kanker atau tumor.

8. Atasi Masalah Pernapasan

Ekstrak jahe memberikan efek hangat dan melegakan pernapasan, sehingga bisa mengurangi gangguan atau gejala pernapasan seperti flu, asma ataupun batuk.

Dengan mengonsumsi jahe akan memberikan efek hangat pada tenggorokan sehingga terasa lebih nyaman dan dahak mudah dikeluarkan.

Efek Samping Jahe

Menurut webmd.com [2], jahe bila diminum dengan dosis yang tepat mungkin aman.

Namun bila diminum berlebihan dalam jangka waktu lama mungkin bisa menyebabkan efek samping ringan seperti mulas dan diare, sendawa, atau memberikan efek tidak nyaman secara umum.

Beberapa wanita telah dilaporkan mengalami pendarahan haid lebih banyak lebih banyak ketika mengonsumsi jahe.

Pada kulit: penggunaan jangka pendek jahe pada kulit mungkin relatif aman saat dioleskan bila treatmen dilakukan dengan tepat.

Ada kemungkinan pada sebagian orang akan mengalami iritasi pada kulit.

Cek disini kondisi apa saja atau penyakit yang tidak boleh minum jahe karena akan meningkatkan risiko kesehatan yang buruk.

Efek Samping Jahe pada ibu hamil

Jahe mungkin aman saat dikonsumsi untuk tujuan pengobatan selama masa kehamilan. Namun penggunaan untuk bumil ini masih butuh penelitian lebih lanjut.

Ada kekhawatiran karena jahe mungkin bisa berpengaruh pada hormon seks janin atau bisa meningkatkan risiko bayi meninggal dalam kandungan.

Ditemukan juga laporan terjadinya keguguran dalam pekan ke-12 usia kehamilan pada ibu hamil yang mengonsumsi jahe untuk mengatasi rasa mual di pagi hari.

Namun demikian, secara garis besar penelitian pada bumil mengindikasikan bahwa jahe tetap bisa digunakan dengan aman dalam mengatasi morning sickness tanpa membahayakan bayi dalam kandungan.

Sama seperti obat lainnya, selama dalam fase kehamilan, sangat penting untuk memperhatian tingkat keamanan dan resiko yang mungkin muncul.

Sebelum memutuskan pemakaian jahe kepada bumil, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan doketr atau ahli kesehatan terpercaya.

Efek samping jahe pada ibu menyusui

Untuk kasus ini, tidak ada ditemukan cukup informasi terpercaya mengenai efek negatif jahe pada busui (ibu menyusui).

Namun untuk menjaga keamanan, para pakar lebih menyarankan untuk dihindari saja bila memang tidak mendesak.

Efek samping jahe lainnya:

  • Pada anak remaja : Jahe mungkin aman jika diminum sampai 4hari pertama awal haids para gadis remaja
  • Gangguan Pendarahan : Ada informasi bahwa mengonsumsi jahe bisa meningkatkan risiko pendarahan yang lebih parah.
  • Diabetes : Penderita diabetes yang menggunakan jahe bisa memicu peningkatan kadar insulin dan atau justru menurunkan gula darah menjadi drop.
  • Penderita jantung : Penggunaan jahe dengan dosis tinggi bisa menjadi pemicu semakin bertambah buruknya kondisi pada beberapa pengidap kelainan jantung.