Covert Selling membantu meningkatkan penjualan produk HNI Anda di media sosial seperti Whatsapp, Instragram, Facebook, Tiktok, Twitter dll tanpa perlu jualan.

Id535 7 min read 03-09-23 2473

Covert Selling Untuk Meningkatkan Penjualan Produk HNI

Covert selling merupakan teknik terselubung menjual produk secara online di media sosial tanpa menawarkan produk secara langsung.

Boleh diibaratkan sebagai cara memasukkan sebuah informasi ke pikiran alam bawah sadar calon pembeli terkait dengan penjualan.

Mereka tidak akan menyadari bahwa Anda secara diam-diam sedang mem-push penjualan, karena caranya halus atau tersamar.

Covert dalam bahasa Inggris artinya tersembunyi atau terselubung, sedangkan selling sudah jelas artinya penjualan.

Jadi secara singkat covert selling merupakan teknik penjualan terselubung atau tersembunyi.

Teknik ini sangat cocok digunakan di jejaring sosial yang memang memiliki karakter sebagai tempat sosialisasi bukan ajang jual beli.

Anda merasa kurang senang ketika ditawari orang lain untuk membeli sesuatu bukan? bahkan tergganggu dan bisa dianggap SPAM.

Demikian pula dengan orang lain, akan merasakan hal yang sama saat bermedsos ria.

Media sosial merupakan tempat yang tepat untuk bersosialisasi dan berbagi, tidak cocok untuk jual beli.

Oleh karena itu ketika Anda ingin menawarkan atau menjual sesuatu tidak bisa frontal atau hard selling.

Jangan Pernah Jualan di Medsos

Berdasarkan kondisi psikologis tersebut, Anda membutuhkan teknik jualan yang tidak menimbulkan resistensi calon pembeli.

Covert selling salah satu metodenya.

Mengapa Harus Covert Selling?

Secara lahir orang tidak suka kalau Anda juali. Maksudnya, mereka tidak nyaman saat Anda menawarkan sesuatu agar mereka beli.

Semakin sering Anda menawarkan pada mereka, semakin bertumpuk penolakan dari mereka.

Menurut pakar psikologis, orang tidak akan peduli dengan barang apapun yang Anda jual.

Mereka hanya peduli pada diri sendiri dan kebutuhan mereka sendiri.

Jadi jangan memaksakan hard selling di medsos, apalagi pada orang yang baru Anda kenal.

Gantinya Anda bisa coba aplikasikan teknik covert selling sebagai bagian dari strategy soft selling.

Covert selling itu terselubung, bayangan jualan relatif tidak dirasakan oleh pikiran sadar calon pembeli.

Namun demikian, pikiran bawah sadar mereka tetap terjaga dan merasakan.

Seperti angin, Anda tidak bisa melihatnya secara langsung tapi tetap jaga dengan menikmati desirannya.

Coba bandingkan 2 status dibawah ini:

Status#1

Bunda, ini ada produk baru lho dari HNI, namanya Hania FibDrink. Terbuat dari bahan alami sangat bagus untuk kesehatan pencernaan dan diet. Kalau Bunda mau order silahkan chat WA saya ini ya 0858xxxxxx.

Status#2

Wah, benar2 plooong rasanya, perut jadi kempes. Sudah bertahun-tahun BAB tidak pernah sepuas ini. Badan terasa lebih segar dan enteng gegara minum ini.

Ref : testimoni BAB plong

Silahkan Anda rasakan sendiri 2 status diatas, mana yang menyebalkan dan mana yang membuat penasaran.

Sudah ketemu?

Status#2 menggunakan teknik covert selling, cirinya tidak ada ajakan untuk action dan informasinya menggantung sehingga membuat orang penasaran.

Tidak menyebutkan nama produk tapi sengaja dibuat multi tafsir dengan mencantumkan "minum ini".

Teknik Membuat Covert Selling

Membuat penawaran barang dengan covert selling tidak begitu rumit, asalkan Anda pahami rumus dibawah ini:

  • Membangkitkan rasa penasaran audiens (curiosity)
  • Kalimatnya ambigu bermakna ganda (ambiguitas)
  • Menyertakan nasari yang melibatkan emosi (emotionally)
  • Tidak melakukan penawaran secara langsung
  • Tidak mengajak untuk action seperti membeli atau sejenisnya
  • Tidak mencantumkan nomor kontak atau produk

Menggunakan Curiosity

Kalimat yang digunakan adalah dengan narasi yang membangkitkan penasaran audiens.

Rasa penasaran atau kepo akan mendorong mereka tergerak mencari tahu lanjutannya.

Lalu bagaimana membuat kalimat yang bisa membangunkan rasa minat atau penasaran orang?

Buat kalimat Anda menjadi tidak lengkap.

Ketika jaman sekolah dulu tentunya Anda pernah belajar membuat kalimat lengkap yaitu mengandung subjek + predikat + objek + keterangan (SPOK).

Contoh kalimat lengkap sederhana:

  • Papa (subjek) minum (predikat) kopi sevel (objek) di ruang tamu (keterangan)

Lalu ubah menjadi kalimat tidak lengkap dengan menghilangkan satu atau dua strukturnya.

Contohnya menjadi :

  • Oh, ternyata ini to yang diminum papa.
  • Oh, ternyata ini to yang diminum papa di ruang tamu.

Kalimat tidak lengkap diatas memang sengaja dirancang agar orang penasaran (dalam contoh ini adalah supaya orang penasaran apa yang sebenarnya diminum papa).

Setelah kalimat Anda buat tidak lengkap, lanjutkan narasinya dengan kontent yang ingin disampaikan, misal:

  • Oh, ternyata ini to yang diminum papa, pantesan tadi malam mamah suprised banget rasanya. Mau lagi dong pah, hehehe...

Menggunakan Ambiguitas

Kalimat ambigu adalah bermakna bias dan masing-masing pembaca akan memiliki persepsinya sendiri.

Dengan pola ambigu ini, orang menjadi bingung dan tidak akan mudah memahami maksudnya apa.

Beberapa ciri kalimat ambigu:

  • Tidak memiliki makna yang jelas.
  • Mengandung kata multi tafsir.
  • Membingungkan dan tidak mudah dipahami.

Contoh kalimat ambigu:

  • Alhamdulillah, walaupun masa pandemi seperti ini, penjualan tetap laris manis. Tambah bersyukur sja, meskipun belum sehebat para suhu. smile
  • Ajib banget deh, saban hari ada saja yang daftar jadi mitra padahal lagi gak kemana2, ternyata sesimpel ini caranya.

Frasa penjualan tetap laris manis ini ambigu, laris manis itu laku berapa? 10, 100 atau berapa. Masing-masing pembaca akan menafsir sendiri.

Demikian juga dengan sesimpel ini caranya, jelas ambigu karena tidak jelas caranya itu seperti apa.

Menggunakan Emotionally

Konten covert selling juga harus mampu membangkitkan sisi emosional calon pembeli.

Ketika membuat status di FB, WA, IG dll, kombinasikan covert sellling dengan story telling.

Jenis emosi rasa yang bisa dilibatkan adalah: senang, sedih, khawatir, emosi dan penasaran.

Contoh kalimat dengan emotionally:

  • [senang]
    Alhamdulillah, akhirnya goal juga. Nggak sia-sia kemarin prospek calon stokis pakai tawaran ini, ternyata bisa juga punya mitra stokis jauh diluar pulau.
  • [sedih]
    Nyesel banget kenapa gak gabung dari dulu, kalau tahu hasilnya jadi seperti ini. Pantesan rame banget yang ikutan sampai ribuan, ternyata oh ternyata.
    Ref: opini member
  • [khawatir]
    Duh, gimana ya kalau anakku jadi kegendutan, tiap hari maunya ngemil melulu gara-gara makan ini. Dulu sih boro2 mau disuapin, jadi emaknya deh yang harus bisa ngerem.
    Ref: Testimoni menambah nafsu makan anak
  • [emosi]
    Bandel banget sih nih, disarankan masuk UGD gak mau, saraf kejepit jadinya begini. Padahal tubuhnya dah kaku, gak bisa bergerak, dipegang aja sakit nya minta ampun.
    Ref: testimoni saraf kejepit
  • [penasaran]
    Gak percaya banget, masak gara-gara ini ukuran lingkar pinggang berkurang sekitar 4cm, berat badan pun turun 3 kg. Gak masuk akal.
    Ref: testimoni turun berat badan

Pola Covert Selling

Teknik penjualan terselubung semakin mudah bila Anda sisipkan kata-kata dibawah ini pada status:

  • alhamdulillah, akhirnya, bersyukur, oh, wah, banget, gak percaya, suprised, kaget dan beberapa kata hiperbola sejenisnya.

Namun harus diingat, jangan mengandung unsur kebohongan atau penyesatan, Anda bisa ganti dengan makna ambigu.

Covert selling juga tidak harus menggunakan bahasa baku sesuai EYD, karena konteknya adalah pergaulan bukan resmi.

Sehingga penggunaan bahasa gaul akan semakin familiar dan terkesan lebih akrab.

Sertakan Gambar Pendukung

Teknik covert selling akan semakin baik bila ditunjang dengan visualisasi melalui gambar yang mendukung.

Contoh:

  • Ketika Anda membuat konten tentang jualan laris manis, sertakan photo-photo paket jualan Anda di status.
  • Sertakan gambar segelas kopi, saat Anda membuat narasi tentang kopi sehat

Namun yang harus disadari adalah jangan langsung menyertakan gambar produknya.

Nama produk, merk atau hal terkait dengan produk sebisa mungkin Anda sembunyikan.

Ini untuk membangkitkan minat audiens yang penasaran agar terbangun interaksi.

Contoh Covert Selling

Berikut dibawah ini adalah beberapa contoh pembuatan covert selling dengan menggabungkan story telling pada produk HNI:

1. Covert Selling Kopi 7 Elemen

Contoh Covert Selling Kopi

"Gak percaya banget kakakku tuh kalau ada kopi sachet yang enak diperut, soalnya setiap minum kopi perut langsung melilit.

Tadi siang aku dapat info dari internet ada kopi enak sekaligus sehat.

Trus kepikiran sama kakakku yang suka ngopi, pas dicoba kakakku juga heran, kok ditunggu2 perut adem ayem saja.

Dan yang bikin suprised kakak adalah badan jadi lebih enteng dan gak gampang capek."

2. Covert Selling Produk Pelangsing

Contoh Covert Selling Turun Berat Badan

"Akhirnya bisa juga BB qu turun! Sudah malang melintang coba ini coba itu, mulai makan dikit2, olahraga sampai diet ketat, tapi gak ngaruh apapun.

Sampai tantequ datang bawa botol ini, pas aq coba beberapa hari efeknya kok lain ya.

Dibadan bawaannya enak aja, pas ditimbang dah susut 1 kg. Gak kerasa lewat sepekan dengan tetap doyan camil2an, e alhamdulillah 5 kg ilang.

Kayaknya emezing aja, kok boleh ya langsing tapi tetap makan enak?."

Ref: Testimoni turun 5 kg

3. Covert Selling Produk SkinCare

Contoh Covert Selling Skincare

"Kulitku tuh sensi gak nahan, jadi kalau salah pakai bisa meradang dan gatalnya minta ampyun.

Tapi sejak ketemu ini barang, kok rasanya cocok sekali.

Muka rasanya auto fresh bisa jadi pelindung sekalian kalau pas lagi diluar.

Bersyukur banget bisa nemuin siimut ini, kemana2 jadi gampang dibawa."

Tempat Promosi Covert Selling

Meskipun covert selling boleh Anda bagikan atau promosikan pada semua media sosial, Anda harus tetap selektif.

Menurut pakar pemasaran, model covert selling lebih efektif sebagai status pada jejaring ini:

  • WA story
  • Instagram story
  • Iklan cold market atau orang yang belum pernah kenal produk Anda
  • Feed dan story facebook Anda

Kesimpulan

Covert selling merupakan strategi menjual secara samar yang akan lebih efektif bila diterapkan pada era digital marketing seperti saat ini.

Pemasaran terselubung ini berusaha mempengaruhi alam bawah sadar manusia dengan cara yang sangat halus.

Meski demikian hasil terbaik yang bisa didapatkan sangat tergantung pada pola kalimat yang Anda buat.

Semakin sering melakukan praktek membuat covert selling, Anda akan semakin mudah memilih konten yang sesuai dengan tujuan promosi.

Siap latihan membuat covert selling?

Ayo kirimkan contohnya dengan isi kolom dibawah, nanti admin bantu review narasinya.

Intinya, jangan bosan latihan supaya lebih mahir.