Kenali sejak awal gejala, penyebab, cara penyebaran dan cara pengobatan penyakit difteri dengan produk herbal HNI HPAI untuk penjagaan kesehatan diri .. doc HNI Pioneer.

√ Post 10-12-23 by (Id46)
√ 2875 views
√ CLOUD Penyakit

Penyakit Difteri

Difteri merupakan salah satu infeksi bakteri yang umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, terkadang juga menyerang kulit.

Penyakit difteri ini sangat menular dan termasuk infeksi serius yang berpotensi mengancam jiwa.

Penyebab Difteri

Para pakar mengatakan bahwa penyebab difteri karena infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae.

Penyebaran difteri

Penyebaran bakteri difteri ini dapat terjadi dengan mudah. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, antara lain:

  • Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk.
  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita.

Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati.

Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan.

Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

  • Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.
  • Merasa sangat lemas dan lelah.
  • terserang pilek. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah.
  • Masalah pernapasan. Sel-sel yang mati akibat toksin yang diproduksi bakteri difteri akan membentuk membran abu-abu yang dapat menghambat pernapasan.

Hal ini berpotensi memicu reaksi peradangan pada paru-paru sehingga fungsinya akan menurun secara drastis dan menyebabkan gagal napas.

  • Kerusakan jantung. Selain paru-paru, toksin difteri berpotensi masuk ke jantung dan menyebabkan peradangan otot jantung atau miokarditis.
  • Komplikasi ini dapat menyebabkan masalah, seperti detak jantung yang tidak teratur, gagal jantung, dan kematian mendadak.
  • Kerusakan saraf. 
  • Toksin dapat menyebabkan penderita mengalami masalah sulit menelan, masalah saluran kemih, paralisis atau kelumpuhan pada diafragma, serta pembengkakan saraf tangan dan kaki.

Solusi HNI untuk mengatasi difteri

Menjaga diri dan keluarga dari paparan difteri bisa dilakukan sedini mungkin dengan selalu menjaga kesehatan dan konsumsi nutrisi yang cukup.

Pengobatan bisa dilakukan dengan menggunakan resep difteri HPAI berikut ini.

Pencegahan dan pengobatan dari luar:

Untuk menjaga kesehatan kulit dari kemungkinan terkontaminasi bakteri difteri, saat mandi gunakan sabun HNI HPAI seperti Sabun Madu, Sabun Kolagen atau Sabun Propolis.

Menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan rajin gosok gigi menggunakan PGH HNI HPAI. Kandungan siwak pada PGH efektif menjaga kesehatan rongga mulut.

Pencegahan dan pengobatan dari dalam:

Untuk menjaga stamina tetap sehat agar terhindar dari infeksi difteri bisa konsumsi produk HPAI sebagai berikut ini:

  • N Green atau Spirulina : dosis 2 x 2 kapsul.
  • Madu Asli HPAI : dosis 3 x 2 sdm (boleh Madu Multiflora, Madu Premium atau Madu SJ).
  • Rosella : dosis 2 x 2 kapsul.
  • Deep Squa : dosis 3 x 2 kapsul softget.
  • Sari Kurma HPAI atau Extra Food : dosis 3 x 2 sdm.
  • Susu EGM : dosis 2 x 1 sch (boleh ganti dengan Kopi Sevel atau HPAI Coffee).

Mari jaga kesehatan diri dan keluarga, jangan lupa lakukan detok untuk mengeluarkan racun dalam tubuh bisa dengan Colon Cleansing.

#USB_HC_HNI_HPAI
UMMI SABIL