Propolis memiliki kandungan senyawa antioksidan dan antibakteri yang sangat bermanfaat dalam pengobatan berbagai jenis penyakit berbahaya termasuk kanker dan tumor.

Propolis

Id134 Postby Admin 13-10-23 1374 Propolis

Propolis adalah zat lilin yang dibuat oleh lebah dengan mencampur air liurnya dengan beeswax (lilin lebah) bersamaan dengan bahan-bahan yang berasal dari berbagai tanaman.

Lebah menggunakannya untuk menutup celah pada sarang mereka dan mencegah penyusup masuk.

Propolis memiliki sifat anti-mikroba yang dapat melindungi lebah dari pathogen.

Zat yang membentuk propolis dapat berbeda-beda, tergantung pada lokasi sarang lebah, serta pohon dan bunga apa yang diakses oleh lebah.

Misalnya, propolis yang berasal dari Eropa miliki susunan kimiawi yang berbeda dengan propolis dari Brasil.

Namun sebagai pedoman kasarnya, propolis biasanya tersusun dari:

  • Resin pohon dan tanaman: 50%
  • Beeswax (lilin lebah): 30%
  • Serbuk sari: 5%
  • Minyak esensial dan aromatik: 10%

Propolis juga mengandung senyawa polifenol, seperti flavonoid, yang merupakan senyawa antioksidan.

Sifat Obat Pada Propolis

Penggunaan propolis sebagai obat telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Orang Yunani menggunakan propolis untuk mengobati abses.

Orang Asyur mengoleskannya pada luka dan tumor untuk membantu proses penyembuhan dan melawan infeksi. Sementara orang Mesir, menggunakan propolis untuk membalsem mumi.

Sebuah tinjauan pada tahun 2019 menunjukkan bahwa propolis memiliki berbagai khasiat, termasuk:

  • Antibakteri
  • Antijamur
  • Antivirus
  • Antiprotozoal, yang bekerja melawan penyakit parasit, seperti giardiasis
  • Antiinflamasi
  • Antioksidan

Beberapa zat yang terkandung dalam propolis mungkin juga memiliki sifat antikanker.

Manfaat Propolis

Penelitian laboratorium dan uji coba pada hewan tentang komponen dan sifat propolis menunjukkan hasil yang cukup menjanjikan.

Beberapa penelitian yang lebih mutahir juga telah membuktikan efektifitas propolis untuk jenis pengobatan tertentu pada manusia.

Manfaat Propolis Untuk Perawatan Luka dan Luka Bakar

Propolis memiliki senyawa khusus yang disebut pinocembrin, sejenis flavonoid yang juga ditemukan dalam madu.

Baca juga: salah satu produk HNI HPAI yang mengandung propolis adalah Procumin Propolis Softgel.

Sifat anti-inflamasi dan antimikroba yang terdapat padanya dapat berguna dalam membantu proses penyembuhan luka.

Sebuah penelitian pada tahun 2015 yang dilakukan terhadap hewan dengan diabetes menunjukkan bahwa propolis membantu menumbuhkan sel-sel baru pada kulit untuk memperbaiki area luka.

Karena memiliki sifat antibakteri, propolis juga dapat membunuh beberapa jenis bakteri tertentu dan membantu mencegah infeksi pada luka.

Penelitian lain yang diterbitkan oleh Journal of Alternative and Complementary Medicine , menunjukkan efektifitas propolis dalam pengobatan luka bakar.

Sabun Propolis HNI HPAI merupakan sabun untuk perawatan kulit yang mengandung propolis.

Dalam penelitian ini, para peneliti membandingkan efek antara krim kulit berbasis propolis dengan silver sulfadiazine (obat yang biasa digunakan untuk luka bakar tingkat dua dan tiga), pada pasien dengan luka bakar tingkat dua.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa propolis dan silver sulfadiazine sama efektifnya dalam mengobati luka bakar.

Akan tetapi propolis dapat memberikan manfaat anti-inflamasi yang lebih baik daripada silver sulfadiazine.

Manfaat Propolis Mengobati Herpes Simplex (oral dan genital)

Herpes Simplex disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). HSV-1 biasanya menyebabkan herpes pada mulut (herpes oral), yang dapat menyebabkan cold sores (lenting).

Sedangkan HSV-2 dapat ditularkan secara seksual dan menyebabkan infeksi pada alat kelamin yang dapat mengakibatkan lecet yang terasa menyakitkan (herpes genital).

Sebuah tinjauan sistematis dalam jurnal Complementary Therapies in Medicine menunjukkan bahwa propolis dapat bekerja sebagai obat alternatif untuk herpes oral dan herpes genital.

Dalam tinjauan tersebut, para peneliti menganalisis beberapa uji coba terhadap madu asli dan propolis, dan membandingkan efeknya dengan asiklovir, yang merupakan obat HSV yang biasa digunakan.

Dalam 4 dari 6 percobaan, ternyata propolis lebih efektif daripada asiklovir dalam mengobati lesi kulit HSV – terutama cold sores (lenting).

Manfaat Propolis Pengobatan Kanker

Uji laboratorium menunjukkan bahwa senyawa yang terdapat dalam propolis dapat menghambat pertumbuhan sel kanker atau menginduksi kematian sel pada sel kanker.

Beberapa tes in vivo menunjukkan bahwa flavonoid yang terkandung dalam propolis dapat menghambat perkembangan kanker seperti:

  • Kanker mulut
  • Kanker paru-paru
  • Kanker kulit
  • Kanker payudara
  • dan beberapa jenis kanker lainnya.

Oleh karena itu beberapa peneliti manyarankan penggunaan propolis sebagai obat pendamping dalam proses pengobatan kanker.

Manfaat Propolis Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi

Propolis dapat digunakan sebagai bahan produk perawatan gigi dan mulut, karena sifat antibakterinya efektif untuk membasmi bakteri penyebab masalah mulut dan gigi.

Selain itu, propolis juga bermanfaat untuk mencegah pembentukan kalsium fosfat, yang merupakan komponen utama dari plak gigi.

Menurut sebuah tinjauan, propolis dapat secara signifikan menurunkan jumlah bakteri dalam air liur orang yang menderita periodontitis.

Selain itu, dalam sebuah uji laboratorium, para ilmuwan juga menemukan bahwa senyawa yang terdapat dalam propolis dapat membantu menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.

Yaitu bakteri mulut yang berperan pada perkembangan gigi berlubang.

Manfaat Propolis Mengurangi peradangan

Antioksidan dalam propolis dapat bekerja untuk mengurangi peradangan, seperti peradangan yang menyebabkan penyakit arthritis.

Sebuah penelitian yang menguji propolis sebagai agen anti-inflamasi pada hewan dengan arthritis, menemukan bahwa propolis dapat menghambat pembengkakan dan proses perkembangan peradangan.

Para ilmuwan meyakini bahwa propolis dapat mengatur zat inflamasi dalam tubuh, seperti prostaglandin.

Manfaat Propolis Lainnya

Saat ini propolis banyak digunakan sebagai bahan dalam berbagai produk obat, baik itu dalam bentuk suplemen ataupun obat topikal.

Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, propolis juga gadang-gadang sebagai obat alami untuk beberapa masalah kesehatan lainnya, seperti:

Cara penggunaan Propolis

Anda dapat menggunakan propolis dengan beberapa cara, diantaranya:

  • Sebagai suplemen oral
  • Sebagai obat kumur
  • Secara topikal pada kulit

Untuk penggunaan pada kulit, Anda dapat mengaplikasikan propolis murni atau produk kesehatan kulit yang mengandung propolis sebagai bahan aktif.

Sedangkan untuk obat kumur, campurkan sedikit propolis dengan air, kemudian berkumurlah menggunakan campuran tersebut.

Anda juga bisa mendapatkan berbagai produk yang menggunakan propolis sebagai bahan dasar, termasuk tablet, kapsul, ekstrak, hingga obat topikal seperti salep, krim, lotion, dan produk lainnya.

Dalam kasus ini, Anda dapat menggunakannya sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan.